Polisi sulit jerat pebisnis telepon seks
Merdeka.com - Dewasa ini, berbagai cara dilakukan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Termasuk membuat bisnis seks lewat telepon.
Tak sedikit lelaki hidung belang tertarik dengan layanan seks via telepon ini. Sekali telepon per menitnya, tarifnya bisa ribuan rupiah. Karena itu, bisnis ini sangat menggiurkan.
Bisnis ini kian menjamur. Bahkan mereka terang-terangan mengiklankan lewat media cetak. Karena iklan di koran mulai sepi peminat, mereka mencoba beriklan lewat SMS.
Salah satu contohnya bunyi SMS ini. "Bang, Amel lagi kesepian bangeet neh bang. Butuh teman curhat, aku butuh belaian. Please telp Amel ya muaach .. ke no ini bang 0809xxxxxxx"
Menanggapi menjamurnya bisnis ini, pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, peristiwa tersebut belum bisa dijerat hukum. "Itu kan hanya obrolan semata," ujar Rikwanto saat dihubungi, Jumat (22/3).
"Jika sampai terjadi kopi darat, lalu ada transaksi yang terjadi baru bisa dilakukan penyelidikan," tuturnya.
Transaksi yang dimaksud yakni, indikasi terjadi human trafficking. "Kalau sudah ada indikasi ke arah situ, baru nanti akan ditelusuri ke germonya, lalu bagian-bagian dari manajemen yang mengatur," sambung Rikwanto.
Rikwanto menjelaskan, sesuatu perbuatan yang melanggar hukum harus dibuktikan kebenarannya. "Bicara hukum itu kan bicara soal pembuktian, jadi kalau hanya sekadar berbincang melalui telepon hingga akhirnya menyedot pulsa itu sulit dibuktikan," tutupnya. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya