Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Selidiki Sebab Tumpahnya 7.000 Ton Batu Bara di Perairan Pantai Selatan

Polisi Selidiki Sebab Tumpahnya 7.000 Ton Batu Bara di Perairan Pantai Selatan tongkang batu bara di pantai selatan. ©2019 Merdeka.com/dwi prasetya

Merdeka.com - Satpolair Polres Pandeglang menyelidiki peristiwa tumpahnya 7.000 ton batu bara dari tongkang Kapal Alfina Nautika 25 di perairan pesisir pantai Selatan, Cicadas, Kabupaten Pandeglang, Banten. Batu bara itu rencananya digunakan sebagai bahan bakar oleh pihak PLTU Labuan.

Kasat Polair Polres Pandeglang, Iptu David, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk lidik investigasi penyebab kecelakaan, apakah faktor human error atau dampak alam. Polisi telah memanggil pihak pemilik dan nahkoda kapal sejak Senin (15/7) kemarin.

"Kita masih menunggu dari pihak pemilik kapal dan nahkoda belum mau datang ke kantor," kata David saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

bara di pantai selatan

Pemanggilan pihak pemilik dan nahkoda kapal dilakukan karena keterangan 10 saksi dari ABK kapal belum cukup untuk dituangkan dalam laporan.

"Anggota sudah saya perintahkan untuk menjemput langsung pihak perusahaan dan nahkoda kapal," katanya.

Selain itu, Polres Pandeglang bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten akan melakukan pengecekan dampak pencemaran lingkungan di wilayah pesisir Cicadas dari tumpahnya ribuan ton batu bara tersebut.

"Dampak pencemaran. Langkahnya kita akan ngambil sampel di laut dicek di lab, kalau ada dampak pencemaran kita akan tindak lanjut," katanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP