Polisi Selidiki Kasus Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh Namun Didata Telah Meninggal
Merdeka.com - Polresta Denpasar, Bali, menyelidiki terkait kasus perempuan berinisial JG (22) yang didata sebagai pasien meninggal dunia karena Covid-19. JG diketahui masih hidup.
"Ini yang masuk data meninggal tapi fakta tidak meninggal," kata Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat saat dikonfirmasi, Senin (6/8).
JG merupakan karyawan garmen dan tinggal di mess karyawan dengan alamat Jalan Gunung Salak, Desa Padang Sambian Klod, Denpasar Barat. Sejak tanggal 24 Agustus 2021, terkonfirmasi positif Covid-19 atau OTG dan melaksanakan isolasi terpusat (Isoter) di Hotel Prime Biz Kuta, Bali.
Kemudian pada tanggal 3 September 2021, JG sudah dinyatakan sehat dan selesai melaksanakan isoter, pulang kampung ke Kabupaten Buleleng, Bali, sampai sekarang, dan akan kembali bekerja pada Selasa (7/9).
Namun dia didata meninggal dunia saat berada di kampungnya untuk istirahat. JG dihubungi oleh pihak tempat kerjanya bahwa ada Bhabinkamtibmas mengkonfirmasi apakah JG sudah meninggal atau tidak. Karena berdasarkan data dari Dinas Kesehatan JG dinyatakan meninggal. Tentu saja hal itu langsung ditepis.
"Yang bersangkutan sampai saat ini masih istirahat di kampung dan akan kembali bekerja hari Selasa (7/9)," imbuhnya.
Lewat informasi itu, Polresta Denpasar mengetahui ada dugaan salah input data. Lalu, mengkonfirmasi ke Operator Satgas Covid-19 Kota Denpasar. Mereka disebutkan mengetahui adanya salah input data mengenai pasien terkonfirmasi Covid-19 atas nama JG yang seharusnya dinyatakan sembuh, tetapi dalam aplikasi NAR terinput meninggal dan dirilis pada (4/9).
"Dalam aplikasi NAR, operator mengklik data sembuh dan meninggal berasal dari data puskesmas yang dikirim melalui pesan Whatsapp," ungkapnya.
Kepolisian akan memanggil beberapa pejabat terkait dengan adanya peristiwa itu, pada Senin (6/9) ini. Mereka yang dipanggil Kepala Dinas Kesehatan kota Denpasar, beserta operatornya, koordinator Satgas Covid-19 beserta petugas operatornya dan Direktur RSUP Sanglah bersama operatornya serta Direktur RS Wangaya Beserta operatornya.
"Nanti saya share kalau sudah selesai giat penyelidikannya," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya