Polisi Selidiki Jenis Senjata Penembak Ustaz di Tangerang
Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bila tim Laboratorium Forensik saat ini sedang mendalami untuk mencari tahu jenis senjata yang digunakan pelaku untuk menembak Armand alias Ustaz Alex.
"Tim Labfor sedang analisis untuk ketahui senjata apa yang digunakan pelaku. Tim masih bekerja," kata Yusri kepada wartawan, Senin (20/9).
Analisa tersebut, kata Yusri, salah satunya turut memeriksa rekaman CCTV dan termasuk proyektil peluru yang ditemukan pada tempat kejadian perkara (TKP).
"Tim masih analisis cctv karena kejadian sudah mulai gelap dan termasuk proyektil. Karena penembakan itu menembus dan proyektil sempat menyasar ke pintu rumah korban," jelasnya.
Selain itu, Yusri menyampaikan bahwa proses penyelidikan sampai saat ini terus dilakukan oleh jajaran Polres Tanggerang Kota dibantu Krimum Polda Metro Jaya untuk analisa evaluasi (analisa evaluasi) serta memeriksa sejumlah saksi.
"Polres tangkot dibackup Krimum PMJ kita sudah anev kumpulkan alat bukti yang ada dan riksa beberapa saksi termasuk saksi keluarga dan tetangga dan terakhir bersama ada sekitar 5 saksi," jelasnya.
Sebelumnya, Armand alias Ustaz Alex korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Jalan Naen Saba, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, sebelumnya menunaikan ibadah Salat Magrib berjemaah bersama anaknya yang berusia 5 tahun di masjid sekitar.
Ahmad Mangku tetangga sekaligus pengurus RW 05 Jalan Naen Saba, Pinang, Kota Tangerang itu mengetahui kalau korban sempat ibadah Salat Maghrib berjamaah dengan membawa anaknya yang berusia 5 tahun.
"Pulang sama anaknya yang usia 5 tahun, anaknya lari duluan ke rumah. Anak tersebut melihat ada orang pakai baju hijau (terduga pelaku) di dekat pintu," ucap Ahmad Minggu (19/9).
Tanpa curiga, sang anak kemudian masuk ke dalam rumah. Bersamaan dengan itu, Ustaz Alex ditembak OTK, yang suaranya terdengar oleh anaknya seperti suara petasan. Seketika, korban Ustaz Alex berteriak mengatakan dirinya ditembak.
"Pas dia (anak) masuk dengar suara petasan, terus korban itu teriak 'Gua ditembak, gua kena tembak. Anak tersebut, lari lagi dan pelaku lari," jelas Ahmad.
Ahmad menjelaskan, terduga pelaku penembakan itu berjumlah dua orang. Tembakan tersebut, menembus bagian pinggang perut korban hingga melubangi pintu rumah korban.
"Ada dua (terduga pelaku), tembakan sekali kayanya tembus sampe pintu. Nah peluru jatuh ke ubin. Saya lihat dia (peluru) seperti kaya kuningan, segede jari kelingking," ucapnya.
Ahmad menegaskan, akibat tembakan dengan bukti proyektil itu, menembus dari sisi kanan perut pinggang korban hingga ke kiri dan melubangi pintu rumah korban sampai proyektil itu jatuh ke lantai.
"Saya lihat pelurunya sudah di ubin (lantai), itu tembus dari sisi kanan kekiri ke pintu terus pintunya bolong. Jadi ditembaknya dari samping. Katanya itu peluru untuk berburu, menembak hewan," jelas Ahmad.
Untuk diketahui Armand alias Ustaz Alex, warga Jalan Naen Saba, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, yang meninggal dunia setelah ditembak OTK di kediamannya Sabtu (18/9) malam, dikenal warga sebagai ahli pengobatan alternatif. Dia juga warga asli di wilayah itu.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya