Polisi selidiki air dukun beracun di Jombang
Merdeka.com - Pihak Kepolisian Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa Timur menyelidiki kasus air dukun yang mengakibatkan enam karyawan SPBU Bandar Kedungmulya dirawat intensif di rumah sakit.
Kapolsek Bandar Kedungmulyo, AKP Kasyanto saat dihubungi mengatakan, pihaknya saat ini telah memeriksa sejumlah saksi. “Setelah menerima laporan, kami langsung bertindak dan meminta keterangan sejumlah saksi,” kata dia, Senin (18/6).
Seperti diberitakan, kejadian itu bermula ketika uang Rp 16 juta milik SPBU Bandar Kedungmulyo, hilang. Untuk mengetahui siapa pencurinya, sembilan karyawan dipaksa minum air dukun oleh si pemilik SPBU, Yohanes (30), pada hari Sabtu lalu.
Alasannya, jika orang yang setelah minum air tersebut ambruk, maka dialah yang mencuri Rp 16 juta tersebut. Sialnya, enam dari sembilan karyawan yang minum air dukun tersebut, mengalami gejala mirip orang keracunan, dan terpaksa dirawat intensif di RSUD Jombang.
“Korban terakhir adalah Heri (23), warga Dusun Kedungasem Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo,” terang Kasyanto.
Lima orang yang terlebih dulu menjadi korban, sebut Kasyanto adalah, Pipin Indra Arista (23), Trianto Subagio (27), Bagus Kuriadi (29), Anang Susanto (28), serta Frenky Aris Wijaya (23). “Seluruh korban merupakan warga Dusun Kedungasem, Desa Bandar Kedungmulyo, Jombang.”
Selain melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pemilik air dukun, R Abu Maliki, warga Bebekan Timur Kecamatan Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, polisi juga menyita air yang diduga mengandung HCL (asam klorida). (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya