Polisi sebut WN Bulgaria pelaku skimming ditangkap 2 satpam
Merdeka.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, penangkapan satu orang pelaku diduga skimming yang merupakan berkewarganegaraan Bulgaria Baltov Kaloyan Vasilev atas laporan dari petugas satpam. Saat itu satpam berinisial MDS dan ARS melaporkan ke Polda Metro Jaya.
Nico menjelaskan, awalnya kedua satpam itu melihat gerak-gerik mencurigakan pada pelaku di dalam ATM di Jalan Juanda, Jakarta Pusat. Kedua satpam itu lalu menghampiri pelaku skimming tersebut.
"Pada saat tersangka dihampiri oleh security pelaku justru berusaha melarikan diri dan dikejar hingga ke Kali Ciliwung yang ada di Jalan Juanda, Jakarta Pusat," kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/3).
Namun, sebelum berhasil ditangkap pelaku membuang sesuatu dari tangannya di sekitar lokasi penangkapan. "Pelaku ini membuang sesuatu dari tangannya dan untuk petugas satpam ini melihatnya," ujarnya.
Dari penangkapan itu, petugas langsung menghubungi Polda Metro Jaya dan setiba lokasi langsung mencari barang yang dibuangnya.
"Tim Resmob Polda Metro Jaya menyisir Kali Ciliwung di Jalan Juanda dan menemukan satu buah ATM yang berwarna biru dan diduga hasil skimming," ujarnya.
Tak berhenti di situ, petugas berhasil menemukan satu buah kartu akses ke sebuah hotel di Jakarta Pusat.
"Tim kemudian membawa tersangka ke hotel dan berkoordinasi dengan hotel untuk penggeledahan. Di sana (hotel) tim menemukan sejumlah barang bukti terkait kejahatan skimming berupa satu buah laptop, dua buah deep skimmer, kartu yang sudah diisi data nasabah sebanyak 198 buah, uang sebesar Rp 50 juta dan stiker sebanyak 10 lembar di sebuah hotel. Pelaku kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan," jelas Nico.
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan apresiasi terhadap dua petugas satpam tersebut. Menurut Argo, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis akan memberikan penghargaan kepada dua orang tersebut.
"Kemudian atensi bapak Kapolda berkaitan kasus ini, bapak Kapolda akan memberikan reward, penghargaan kepada satpam karena keberanian menangkap pelakunya, setelah dikembangkan baru dibawa ke Polda Metro Jaya. Pada kesempatan berikutnya akan memberikan penghargaan kepada satpam tersebut," ujar Argo.
Seluruh ATM jadi sasaran
Maraknya pelaku skimming ini membuat masyarakat resah. Saat ini, sudah ada beberapa orang yang diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang merupakan Warga Negara Asing.
Nico Afinta menjelaskan, para pelaku tak menargetkan lokasi yang akan dipasang alat skimming. Semua ATM menurut Nico menjadi sasaran para pelaku slimming ini.
"(Tempat spesifikasi) Enggak ada, jadi semua alat ATM bisa dipasangi skimming," kata Nico.
Namun, kata Nico, pelaku selalu mencari tempat yang cukup dibilang jauh dari pantauan petugas.
"Untuk keamanan mereka akan melihat tempatnya, waktunya, kemudian penjaganya. Semakin ramai tempatnya, semakin ramai penjaganya mereka akan menjauh dari situ, tapi kalau tempatnya sepi penjaganya kurang itu mereka akan berniat memasang alat itu, itu baru niat masang ya," ujarnya.
Setelah memasang alat skimming itu, lanjut Nico, pelaku langsung bergerak cepat untuk mengcopy data-data para korban. Oleh sebab itu, Nico berharap agar masyarakat lebih peka atas kejahatan ini.
"Kalau misalkan dia merubah datanya, pinnya berubah pada saat diambil dengan pada saat dipindahkan juga tidak bisa. Jadi kalau kita punya ATM pada saat alat itu terpasang kemudian hari ini kita semua mengganti segera nomor pin, data tersebut dipindahkan ke kartu mereka yang baru itu nggak bisa," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya