Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Sebut Upik Lawanga Bertugas Mengamankan Aset Berharga Jaringan Teroris

Polisi Sebut Upik Lawanga Bertugas Mengamankan Aset Berharga Jaringan Teroris Brigjen Pol Awi Setiyono. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Tim Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap Taufik Bulaga (TB) alias Upik Lawanga, terduga perakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton pada Senin (23/11). Upik Lawanga merupakan aset berharga bagi jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

"Profil yang bersangkutan 14 tahun buron sehingga wajahnya sudah mulai berubah. UL ini merupakan aset berharga Jamaah Islamiyah karena dia penerus Dokter Azhari sehingga yang bersangkutan sengaja disembunyikan oleh kelompok JI dan berpindah pindah tempat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Senin (30/11).

Dia mengungkapkan, Upik Lawanga melarikan diri dari Poso pada tahun 2007 melalui jalur Makassar-Surabaya-Solo sampai menetap di Lampung. Densus 88 Antiteror telah menyelidiki anggota JI yang lain yang sengaja menyembunyikan Upik Lawanga.

"Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan Densus 88 Antiteror, Upik Lawanga ini melakukan tindakan terorisnya jaringan JI di Sulawesi Tengah terungkap antara lain pasca konflik Poso tahun 2001. Kelompok JI turun ke Poso untuk melakukan pelatihan militer kepada pemuda-pemuda muslim Poso," jelasnya.

Awi menerangkan, Upik Lawanga memiliki tugas untuk mengamankan aset berharga jaringan teroris tersebut.

"Di JI sendiri ada namanya bidang Toliyah. Toliyah ini mengamankan aset dan orang-orang JI yang dilindungi," tuturnya.

Sempat Dibuatkan Bunker

Jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) sempat membuatkan bunker untuk Upik Lawanga di Lampung. Bunker tersebut berkedalaman 2 meter.

"Bunker yang kami temukan terkait dengan kasus Upik Lawanga ini digunakan untuk membuat dan menyimpan persenjataan maupun bahan peledak," ujarnya.

Awi menjelaskan, bunker tersebut sengaja dibuat JI untuk menyimpan persenjataan dalam melakukan aksinya.

"Bunker dibuat oleh JI khusus untuk UL agar dapat memproduksi dan menyimpan persenjataan, bahan peledak dan komponen rangkaian Bom yang akan digunakan untuk melakukan Amaliyah / Jihad oleh Organisasi JI. Bunker sejenis di temukan pada tahun 2007 di Poso, di Klaten pada tahun 2014 dan di Lampung pada tahun 2020," tutupnya.

Reporter: M RadityoSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP