Polisi sebut tersangka bentrok ormas di Kampar bisa bertambah
Merdeka.com - Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau sudah menetapkan dua tersangka pelaku bentrok, antara organisasi masyarakat Pemuda Pancasila dan Laskar Merah Putih, di Kabupaten Kampar mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Polisi menyatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bakal bertambah.
"Ya benar. Kita telah menetapkan dua orang tersangka. Masing-masing dari Laskar Merah Putih dan Pemuda Pancasila. Kita terus lakukan penyidikan. Tidak tertutup kemungkinan bakal ada tersangka baru," kata Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Rivai Sinambela, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/4).
Dikatakan Rivai, tersangka dari Laskar Merah Putih (LMP) terkait kasus perusakan ditangani oleh Kepolisian Resor Kampar. Sedangkan tersangka dari Pemuda Pancasila (PP) ditangani oleh Ditkrimum Polda Riau, atas perkara dugaan pembunuhan terhadap anggota LMP bernama Jalaludin.
Hanya saja, Rivai enggan menyebutkan nama kedua tersangka. Dia hanya menjanjikan proses penyidikan terus berlanjut.
"Untuk barang bukti yang diamankan berupa senjata tajam cukup banyak," ujar Rivai.
Bentrokan antara dua ormas itu terjadi pada Rabu (27/4), sekitar pukul 00.25 WIB. Insiden itu menelan korban jiwa. Kejadian ini ditengarai karena perebutan wilayah kekuasaan di kawasan PTPN V Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.
Akibat kejadian itu, korban tewas bernama Jalalludin (43), warga asal SP I Petapahan, Kecamatan Tapung, Kampar. Dia dibacok di kepala dengan senjata tajam.
Selain menyebabkan seorang korban tewas, peristiwa itu mengakibatkan tiga anggota PP terluka. Rata-rata luka ketiga korban tersebut akibat senjata tajam. Ketiga orang terluka itu diketahui bernama Iwan Siagian (23), Mia Ginting (32), dan Kepler Nainggolan (48). Nama terakhir merupakan korban dengan luka cukup parah.
Bentrokan itu berawal saat sekitar 50 anggota Laskar Merah Putih mendatangi Polsek Tapung Hulu, guna mendampingi Yohanes Munthe. Yohanes disebut sebagai korban penganiayaan diduga dilakukan oknum PP. Namun, massa LMP tidak merasa puas sehingga melakukan sweeping dengan target massa PP.
Puluhan anggota Laskar Merah Putih dengan membawa berbagai jenis senjata tajam pergi ke Desa Kasikan, dan merusak Pos Ranting Pemuda Pancasila di sana. Tidak hanya itu, massa Laskar Merah Putih juga merusak Pos PP berada di Desa Suka Ramai.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya