Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi sebut senjata yang dipakai perampok dan teroris adalah ilegal

Polisi sebut senjata yang dipakai perampok dan teroris adalah ilegal Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat dalam perizinan kepemilikan senjata api. Hal itu disampaikan Setyo terkait maraknya perampokan dengan senjata api ilegal yang belakangan kerap terjadi.

"Ada dua hal yang mana senjata api mendapat izin dan yang ilegal, yang mendapat izin adalah yang dipakai polisi khusus, satpam, dan serta Perbakin, atau yang diberikan kepada orang tertentu dengan syarat tertentu itu sangat ketat," jelasnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/6).

Dia juga menjelaskan senjata api ilegal pada peredarannya sering dipakai oleh kelompok radikal. Senjata api tersebut didapatkan dari beberapa daerah di Indonesia.

"Kedua adalah ilegal, yakni selundupan itu pernah digunakan oleh teroris di Solo dan Thamrin. Dan senjata rakitan yang diproduksi banyak di daerah-daerah kita di Lampung di Sumsel dan di Jabar, Sulsel itu berubah trend membuat senjata rakitan pendek," jelasnya.

Lebih jauh, lanjut Setyo, pihaknya sekarang lebih fokus dalam peredaran amunisi senjata. Menurutnya tidak mungkin senjata jenis apapun baik rakitan atau pabrikan dapat berfungsi jika tidak mempunyai peluru.

"Yang kita waspadai sekarang adalah peredaran pelurunya karena peluru tidak ada yang bisa buat rakitan itu belum ada. Oleh sebab itu kalau senjata rakitan ada tapi tidak ada pelurunya maka tidak bisa digunakan," katanya.

Dalam penjelasanya, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak terlalu percaya diri dalam menghadapi kejahatan kriminal. Pasalnya setiap pelaku kejahatan tidak bisa dipastikan membawa senjata api atau tidak.

"Jadi saya imbau kepada masyarakat harus waspada jangan terlalu PD ketika melawan kejahatan tidak memperhitungkan mereka bawa senjata apa, dan itu yang mungkin berakibat kita menjadi korban," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, terjadi penembakan terhadap Italia Chandra Kirana di perumahan Bugel Indah, karawaci, Kota Tangerang, yang terjadi Senin (12/6) siang. Berdasarkan keterangan yang didapat dari rekaman CCTV salah satu rumah tetangga korban, terlihat jelas bagaimana korban memergoki dan melempar pencuri pakai sapu.

Saat itu, dua pencuri datang berboncengan dengan sepeda motor. Keduanya kemudian berlari keluar rumah korban yang disusul teriakan dan lemparan sapu lidi yang mengenai salah satu pelaku.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP