Polisi sebut perampok toko emas di Blitar pakai senapan angin
Merdeka.com - Pasca perampokan yang terjadi di toko emas Janoko yang berada di Pasar Kutukan Desa Slorok Kecamatan Garum, Rabu (12/8), polisi mengidentifikasi bahwa pelaku tidak menggunakan senjata organik milik kesatuan polisi atau TNI. Polisi meyakini senjata yang digunakan para pelaku yang berhasil menggondol emas seberat 5 kilogram itu adalah air gun.
"Ya, kemungkinan seperti dari bahan timah karena bisa hancur. Barang bukti akan kami lab-kan dulu, agar bisa memastikan jenis senjata yang dipakai," kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Lahuri pada wartawan, Kamis (13/8).
Ditambahkan Lahuri, dari hasil olah TKP senjata yang digunakan juga bukan senjata api rakitan, dugaan sementara senjata jenis air gun. Dalam olah TKP pada Kamis (13/8), petugas tak hanya menemukan bercak darah pelaku yang menempel di pecahan kaca etalase, tapi juga menemukan beberapa butir peluru yang sudah tak berbentuk karena ada yang hancur atau gepeng, bahannya seperti dari timah.
"Pelaku sengaja menggunakan peluru berbahan timah, bertujuan agar aksinya sulit terlacak. Bukan senjata rakitan namun sepertinya senjata jenis soft gun (air gun, red)," tambah AKP Lahuri.
Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan perampok bersenjata api satroni toko emas 'Janoko' milik Asrori (60) di komplek Pasar Kutukan, Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar pada Rabu (12/6). Setelah melakukan tembakan sebanyak 16 kali, akhirnya mereka berhasil menggasak 5 kilogram emas.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun melihat aksinya kawanan perampok ini tergolong sangat berani. Sebab mereka melakukan aksinya pada siang hari sekitar pukul 13.45 WIB.
Herman (30) saksi mata di TKP yang juga penjual buah yang berada di depan Toko Emas Janoko mengatakan, perampok berjumlah 6 orang dengan naik sepeda motor matic.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya