Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi sebut Lita emosi saat dihentikan kendaraannya

Polisi sebut Lita emosi saat dihentikan kendaraannya Ilustrasi razia kendaraan. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Seorang wanita bernama Lita Stephanie mengaku dijebak polisi di Kemang, Jakarta Selatan. Namun keterangan berbeda disampaikan pihak kepolisian atas hal ini.

Panit Binmas Polsek Mampang Prapatan IPDA Johan Hafani mengaku sebagai Perwira Pengawas Dalam Operasi Cipta Kondisi 2012 semalam dengan Surat Perintah No: Sprin/778/V/2012, tanggal 30 mei 2012. Razia yang dilakukan sekitar 15 anggota itu dilaksanakan di depan Apotek K-24, Jl Bangka Raya, Pela Mampang, Mampang Prapatan.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Briptu Feri Guntara, anggota Patko menghentikan sebuah mobil Toyota Kijang Innova silver yang dikemudikan oleh seorang wanita dan seorang temannya dari arah Kemang menuju Jalan Bangka.

"Saat mobil itu menepi sempat terlihat oleh petugas bahwa pengemudi dan temannya berganti posisi duduk dalam keadaan panik. Lalu petugas menghampiri mobil tersebut dan meminta penumpangnya untuk turun dari mobil guna menyaksikan jalannya pemeriksaan isi dalam mobil yang akan dilakukan petugas," terangnya.

Menurut Johan, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Briptu Gatot Hariyadi dan diawasi oleh Aipda Teguh Widodo. Briptu Gatot menemukan satu plastik klip bening berisi satu strip obat di karpet bawah jok tengah sebelah kiri.

"Langsung saja ditanya kepada pengemudi mobil terkait kepemilikan obat tersebut. Namun, perempuan tersebut (Lita) malah berkata dengan nada tinggi 'Saya dijebak nih! Jangan jebak saya ya!," terangnya.

Lalu Aipda Teguh Widodo berusaha menenangkan Lita. "Mba, kami melakukan tugas resmi kepolisian dan kami melakukan operasi ini ada surat perintahnya. Apakah mba dalam pengaruh minuman keras?" tanya Teguh saat itu.

Namun, nada tinggi kembali diucapkan perempuan tersebut.

"Siapa yang bilang, saya nggak mabuk! kalian tahu tidak, saya ini kenal dengan banyak pejabat Polri dan saya akan menelepon adik saya yang juga kenal banyak pejabat Polri. Kalian tunggu di sini," ujar Johan menirukan Lita.

Menurut Johan, Lita juga menyebut-nyebut nama Wisnu yang merupakan seorang perwira di Polda Metro Jaya. Namun, petugas tidak terlalu menanggapi.

Sekitar 30 menit kemudian, datang seorang laki-laki yang disebut sebagai adik oleh perempuan tersebut dan selanjutnya orang itu menghampiri Ipda Johan selaku penanggung jawab operasi. Orang tersebut meminta kepada kedua penumpang mobil untuk masuk ke dalam mobil mereka karena perempuan tersebut masih berbicara dengan nada keras dan tinggi.

"Lalu setelah dijelaskan awal peristiwa tersebut maka keduanya sepakat untuk melakukan pengecekan terhadap obat yang menjadi permasalahan ke Apotek K-24 di dekat lokasi. Maka didapatilah bahwa obat tersebut hanya merupakan obat anti alergi," terangnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Ipda Johan, laki-laki tersebut meminta maaf atas kelakuan kakaknya itu. "Maafkan kakak saya, dia memang di pihak yang salah," ujar Johan menirukan.

Setelah itu obat anti alergi tersebut oun diserahkan kepada adik dari perempuan tersebut dan keduanya dipersilakan melanjutkan perjalanan kembali. Dalam pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi tersebut tidak ada orang maupun barang yang diamankan di Polsek Mampang Prapatan termasuk identitas perempuan tersebut belum sempat didata karena yang bersangkutan masih dalam keadaaan emosi. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP