Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi sebut KM Paus I terbakar akibat tumpahan pertamax

Polisi sebut KM Paus I terbakar akibat tumpahan pertamax Kapal terbakar. ©2013 Merdeka.com/Pramirvan Datu

Merdeka.com - Polisi telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus terbakarnya Kapal Motor (KM) Paus I di perairan Kepulauan Seribu Jakarta Utara lalu. Dari penyelidikan polisi, kebakaran tersebut bukan akibat adanya korsleting kabel di kapal tersebut.

"Hasil olah TKP, kapal sebelum berangkat diisi BBM pertamax. Namun karena meterannya agak rusak, jadi diisi sampai penuh dan tumpah sampai berceceran di ruang mesin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (5/9).

Rikwanto menyatakan BBM yang tumpah tidak dibersihkan oleh anak buah kapal. Akan tetapi disiram deterjen guna menghilangkan bau BBM tumpah tersebut.

"Oleh yang mengisi bukan dilap tapi dikasih rinso atau detergen untuk hilangkan bau. Padahal pertamax kan tingkat penguapannya tinggi," terang dia.

Kemudian percikan aliran listrik dari sambungan kabel menyambar uap dari tumpahan BBM tersebut. Sehingga terjadi lah ledakan di kapal nahas itu.

"Di atas tangki ada kabel yang diisolasi seperti lakban yang bukan peruntukkannya, diduga aliran listrik berjalan di situ karena penguapannya tinggi dan kabel juga terkelupas, diduga yang membuat terjadinya ledakan," pungkas dia.

Untuk memastikan dugaan tersebut, Dishub DKI Jakarta sebagai pemilik kapal akan diperiksa oleh kepolisian.

"Kita panggil lagi dari Dishub bagian sarana dan prasarana Bapak Kamaruzaman. Sudah kita periksa, kemudian dari keterangan yang bersangkutan, dia menyuruh petugasnya untuk mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) menggunakan jerigen," kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Johanson Ronald Simamora saat usai pisah sambut Kapolda di Mapolda Metro Jaya.

Johanson menyatakan dari hasil pemeriksaan ada dugaan tindak kelalaian atas kasus terbakarnya KM Paus I tersebut.

"Untuk arah kesana (tindak kelalaian) saya kira pasti ada, tapi nanti akan kita kumpulkan semua, dari Labfor Mabes Polri dan pemeriksaan saksi-saksi. Mungkin Senin baru kita simpulkan, kemudian siapa yang menjadi tersangka," terang dia.

Selain itu, dia mengungkapkan penumpang sebenarnya sejak dari Dermaga Kali Adem mencium bau bensin yang tumpah. Uap bensin yang tumpah tersebut tersambar percikan api dari kabel sehingga menyebabkan kapal terbakar.

"Dari Kali Adem penumpang yang kita periksa sudah mengatakan ada bau bensin, dari Pari juga mencium bau bensin, sehingga perjalanan dari Kali Adem, Pari, ke Pramuka uap sudah ngumpul di ruangan. Sehingga pada saat ada gesekan kabel dari mesin ke tangki kemudian mengeluarkan api dan menyambar (tumpahan bahan bakar minyak)," pungkas dia. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP