Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi periksa beberapa bank terkait Gradasi Anak Negeri

Polisi periksa beberapa bank terkait Gradasi Anak Negeri Ilustrasi Uang. merdeka.com/shutterstock.com

Merdeka.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan memeriksa beberapa orang saksi dari bank rujukan seperti bank BRI, Mandiri dan BCA.

"Untuk mencari tahu putaran dana masyarakat dalam kaitan sebesar apa putaran uang dan akumulasi yang pernah masuk dari rekening nasabah di dua pelaku lainnya yang selama ini ditengarai terima uang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan, Senin (11/6).

Lebih lanjut, Rikwanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemblokiran terhadap rekening para daftar pencarian orang (DPO) yang diduga sebagai penampung dan penghimpun dana para nasabah.

Barang bukti yang disita polisi, kata Rikwanto yakni 11 unit PC komputer, Standing banner PT GAN, 2 pac brosur PT GAN, beberapa dokumen yang ditemukan di kantor PT GAN, buku-buku tabungan yang ada memang untuk menampung.

Dalam kesempatan yang sama, Rikwanto mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan program yang berbau investasi, terlebih dengan bunga yang sangat tinggi di atas kewajaran.

"Bunga bank itu patokannya, paling-paling di atas sedikit tidak bisa seperti ini. Tiap minggu 10 persen, dan itu selanjutnya," imbuh Rikwanto.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT Gradasi Anak Negeri (GAN) didirikan pada Januari 2012. Perusahaan ini telah memiliki investor sebanyak 21.000 orang dengan dana investasi mencapai Rp 390 miliar.

Untuk menjaring investor, PT GAN menawarkan paket investasi atas sarden Kiku dengan keuntungan mencapai 10 persen dari modal awalnya setiap minggu. Sistem investasi yang ditawarkan PT GAN adalah dengan memberikan modal awal minimal Rp 5 juta kepada agen yang menawarkan paket.

Calon investor dijanjikan akan mendapat 10 persen dari modal awal saat pekan kedua. Setelah itu, investor akan kembali mendapatkan profit sebesar 10 persen setiap minggunya hingga minggu ke-52. Bonus tambahan juga didapat investor jika berhasil menarik investor baru. Seluruh bonus diberikan secara tunai dan menyerahkan cek.

Namun, pada bulan April-Mei 2012, arus penyerahan bonus itu kemudian macet. Hal ini baru diketahui setelah ada beberapa orang investor yang tidak dapat mencairkan cek bonus yang diberikan. Pada tanggal 25 Mei 2012, korban yang merasa ditipu akhirnya melapor ke Polrestro Tangerang Kota.

Polisi sempat menggeledah kantor pusat PT GAN dan lima kantor cabang. Hasilnya, polisi sama sekali tidak menemukan sarden Kiku yang awalnya dijanjikan PT GAN sebagai bisnis utama perusahaan ini. Kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 28 Mei 2012. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP