Polisi pastikan kembali panggil Facebook Indonesia
Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah meminta keterangan perwakilan Facebook Indonesia terkait dugaan kebocoran dan penyalahgunaan data pengguna. Namun keterangan pihak Facebook Indonesia dianggap masih belum cukup.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, anak buahnya masih membutuhkan keterangan lanjutan dari Facebook. Karena itu, pihaknya berencana mengundang kembali penanggung jawab Facebook di Indonesia itu untuk dimintai keterangan.
"Kami mau cari keterangan lagi beberapa orang, ada perwakilan dari FB (Facebook)," ujar Ari Dono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).
Hal senada juga disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Polri masih membutuhkan keterangan Facebook sebagai bahan penyelidikan dugaan kebocoran dan penyalahgunaan data pengguna di Indonesia.
"FB kemarin baru datang sekali, sementara sedang memberikan klarifikasi-klarifikasi, tapi belum tuntas. Artinya kami dari Polri mengharapkan ada kerjasama yang baik lah dengan FB," kata Setyo.
Hanya saja jenderal bintang dua itu belum bisa memastikan kapan polisi akan memeriksa Facebook lagi. Sebab Facebook tengah melakukan investigasi internal terkait persoalan yang belakangan menimpanya.
"Ya mereka juga masih minta waktu," ucap Setyo.
Sebelumnya, Kemenkominfo telah mengirim surat ke Mabes Polri terkait dugaan kebocoran data Facebook. Polri pun menyatakan siap mendukung Kemenkominfo menyelidiki kasus tersebut.
Permintaan Kemenkominfo berkaitan dengan kebocoran jutaan data Facebook dalam skandal yang melibatkan lembaga konsultan politik Cambridge Analytica di Inggris. Di seluruh dunia, diperkirakan tak kurang dari 87 juta data Facebook bocor.
Dikhawatirkan, data pengguna Facebook di Indonesia turut bocor dan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Reporter: Nafiysul QodarSumber: Liputan6.com
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya