Polisi Minta Warga Tak Main Kucing-kucingan dan Lewat Jalan Tikus Saat PPKM Darurat
Merdeka.com - Polisi menegaskan menindak tegas pengendara melawan petugas saat penyekatan PPKM Darurat. Para pengendara yang membandel itu akan disanksi sesuai peraturan daerah masing-masing.
"Ya yang ada yang lawan petugas kita sudah ada sidik satu orang ya, ini berlaku seluruh tujuh wilayah, tujuh wilayah ini masing-masing gubernur mengeluarkan perda masing-masing. Mereka juga mengeluarkan sanksi seperti di Jawa Barat ini juga sudah ada sidang di tempat, dendanya jelas," kata Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat meninjau pos penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Rabu (7/7).
"Kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur juga sama. Tergantung bagaimana nanti sanksi itu ditetapkan di masing wilayah atas pengembangan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah oleh masing-masing gubernur," sambungnya.
Istiono menegaskan, bakal menindak tegas dengan memberikan sanksi bagi para pengendara atau masyarakat yang tak patuhi aturan PPKM Darurat.
"Ya nanti kalau yang bandel-bandel tetap kita hentikan dengan tindak. Kalau yang ngeyel-ngeyel akan kita pinggirkan kita periksa kita swab antigen ya, yang ngeyel periksa, enggak pake masker kita swab antigen gratis juga periksa. Kalau memang enggak benar kita putar balikan atau perlu kita kasih sanksi," tegasnya.
Jenderal bintang dua ini meminta kepada masyarakat agar dapat memahami situasi yang saat ini masih melanda Indonesia dan mematuhi aturan PPKM Darurat yang dilaksanakan hingga 20 Juli 2021 mendatang.
"Tolong tidak usah main kucing-kucingan sama petugas dilapangan harusnya bersama memerangi Covid-19 ini. Tidak perlu pakai jalan tikus seperti itu. Namun demikian upaya dari mereka pakai jalur tikus saya harap masyarakat juga peran aktif untuk memerangi itu ya untuk melakukan langkah pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.
Antrean Berkurang
Selain itu, ia menyebut jika antrean kendaraan di Lentang Agung, Jakarta Selatan ini sudah mulai berkurang atau tidak seperti yang terjadi pada 5 Juli 2021 kemarin.
"Ini berkurangnya masyarakat di titik ini antrean hari ini kan sudah, hanya 50 sampai 100 meter saja enggak seperti hari Senin kemarin. Ini berkat juga kesadaran masyarakat. Saya terimaksih masyarakat yang sudah mulai sadar, saya tidak terlalu berkepentingan keluar kalau ngga penting bener lebih baik di rumah saja dan sektor esensial dan kritikal, saya juga berharap mengeluarkan penandaan. Surat dan penandaan," ungkapnya.
"Agar kita ini lebih mudah, petugas mudah melihat, menyeleksi di lapangan. Ini sektor apa, esensial apa kritikal. Kalau enggak gitu enggak kita putar balikan," tutupnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya