Polisi kesulitan ungkap pembunuhan pasutri di Bandung

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Jumat, 24 Agustus 2012 17:06

Polisi kesulitan ungkap pembunuhan pasutri di Bandung
ilustrasi pembunuhan. sxc.hu

Merdeka.com - Sudah 10 hari kasus pembunuhan pasangan suami Istri yakni Warji (82) dan Slamet (79) berlalu. Namun hingga kini peristiwa yang sempat menggegerkan warga Bandung itu belum berhasil diungkap oleh polisi.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko, mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saki. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa kami tangkap, saat ini kami terus lakukan penyelidikan," katanya di Bandung, Jumat (24/8).

Sejak ditemukan tewas, Polrestabes Bandung sendiri telah memeriksa tujuh orang saksi termasuk dua di antaranya adalah keluarga korban. Selain itu, pihaknya juga menyita benda tumpul yang dilakukan pelaku untuk menghabisi nyawa sejoli yang tinggal di Jalan Cibadak no 328, RT 1 RW 1, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.

"Kita akan terus lakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi juga sudah ada yang masuk BAP," ungkapnya.

Seperti diketahui, pasangan suami istri Warji (82) dan Slamet (78) pemilik toko alat listrik, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Cibadak No 328, RT 1 RW 1, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Selasa (14/8) lalu.

Kuat dugaan keduanya tewas dihantam benda tumpul sehingga mengakibatkan luka dikepala. Kasus pembunuhan ini awalnya diketahui pertama kali oleh menantunya Antonius Masdi. Bahkan Antonius sempat menduga bahwa pembunuhnya adalah orang yang dikenal.

[did]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Michael Learns To Rock bakal konser gratis di Tenggarong Kukar
  • Ahok soal pembongkaran Kalijodo: Kalau dibiarin, nanti korban lagi
  • PT DI siap dukung pemerintah tingkatkan pertahanan negara
  • BMKG tegaskan gerhana matahari total tak bahaya, ini cara nikmatinya
  • Ponpes Al Mukmin bantah tudingan BNPT soal radikalisme dan terorisme
  • Harga avtur makin murah, pemerintah turunkan batas tarif pesawat
  • Politikus PDIP sebut revisi UU KPK bukan titipan Megawati
  • Pakai Facebook yang punya stiker gay, AA Gym kena sindir
  • Anggota Komisi III minta Jokowi bersikap soal deponering AS dan BW
  • Rating kompak melemah, drama Remember tetap juara bertahan
  • SHOW MORE