Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi kesulitan identifikasi senjata si penembak Sekjen MCW

Polisi kesulitan identifikasi senjata si penembak Sekjen MCW Ilustrasi Pistol. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Hingga saat ini, polisi masih kesulitan mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan pelaku penembak aktivis anti-korupsi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Mathur Husairi, warga Jalan Teuku Umar, Bangkalan, pada Selasa (20/01) dini hari kemarin.

"Sampai saat ini, kita masih terus melakukan penyelidikan, terkait kasus penembakan di Bangkalan. Bapak Kapolda (Irjen Pol Anas Yusuf) telah memberi atensi serius mengungkap kasus ini," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Awi Setiyono, Rabu (21/1).

Bahkan, kata Awi, untuk bisa mengungkap kasus penembakan aktivis yang juga Sekjen Madura Corruption Watch (MCW) itu, pihak Polda Jawa Timur juga telah menurunkan satu Tim Cobra dari Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur untuk membackup Polres Bangkalan.

Sementara terkait jenis senjata yang digunakan pelaku untuk menembak Ketua LSM Centre Demokratis Islamic Studies (Cidei's) itu, polisi masih melakukan penelitian melalui proyektil yang bersarang di perut Mathur dan sudah dikeluarkan oleh tim dokter RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Dari hasil uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya, dikatakan Awi, diketahui proyektil tersebut berdiameter 9 mm. Peluru ini juga diketahui tanpa GRS atau tidak ada guratan alias datar.

"Sehingga sulit teridentifikasi secara pasti jenis senjata api yang digunakan pelaku. Pelurunya jelas berdiameter 9 milimeter, tapi tanpa galangan atau dataran (GRS)," terang mantan Wadirlantas Polda Jawa Timur itu.

Karena itu, kata Awi, dari hasil penelitian proyektil tersebut, polisi masih belum bisa memastikan jenis senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak Mathur. "Jadi apakah senjata yang digunakan itu jenis rakitan atau organik, juga belum bisa dipastikan," lanjut Awi.

Sebab, menurut Awi, senjata api buatan pabrikan juga terkadang ada yang dihapus alur atau galangannya. "Dan memang biasanya, upaya penghapusan alur senjata sepeti ini, memang sengaja dilakukan untuk menghilangkan jejak," ungkap alumni Akpol 1992 tersebut.

Sebelumnya, pasca-peristiwa penembakan Mathur Husairi oleh orang misterius pada Selasa dini hari kemarin, aktivis anti korupsi ini langsung dilarikan ke rumah sakit di Bangkalan.

Namun, karena kondisinya kritis, Mathur langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil yang bersarang diperutnya.

Saat ini, kondisi Mathur sendiri sudah membaik dan masih menjalani perawatan pemulihan kondisi di ruang observasi RSUD dr Soetomo, Surabaya. "Saat ini, kondisinya (Mathur) sudah makin membaik," kata Sukur, perwakilan dari MCW mewakili keluarga Mathur.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP