Polisi Jateng imbau peserta bela Rohingya salat Jumat di masjid lain
Merdeka.com - Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Indrajit mengimbau kepada warga yang akan mengikuti aksi bela Rohingya untuk tak datang ke Borobudur, Magelang. Indrajit juga menyarankan untuk mengikuti salat Jumat atau salat ghaib serta penggalangan dana di masjid masing-masing wilayah.
"Kita mengantisipasi warga yang akan ke Magelang untuk melaksanakan salat Jumat atau salat ghaib atau penggalangan dana ke Masjid Annur. Namun masjid di sana kan daya tampungnya terbatas, jadi kita imbau warga, silakan salat Jumat atau salat ghaib di tempatnya masing-masing. Jangan sampai nanti malah mengganggu kegiatan ibadah masyarakat Magelang. Di sana kapasitasnya terbatas, jadi kita imbau secara simpatik agar kembali ke tempatnya masing-masing," ujar Indrajit di Magelang, Jumat (8/9).
Dia mengingatkan bahwa tempat ibadah dilarang untuk melakukan aksi unjuk rasa. Tidak hanya masjid tapi juga gereja dan tempat ibadah lainnya. Dia menegaskan bukan berarti melarang warga untuk melaksanakan salat Jumat, namun dengan pertimbangan kapasitas masjid di Magelang yang terbatas.
"Kalau masyarakat Klaten salat Jumat di sana semua, nanti masjid di sini kosong. Jadi kami mengimbau, tidak usah ke Magelang, kembali saja ke wilayahnya masing-masing," tandasnya.
Indrajit menegaskan, hingga saat ini pihaknya tetap tak memberikan perijinan terkait aksi bela Rohingya yang akan dilakukan di Candi Borobudur. Sesuai undang-undang yang berlaku, obyek vital dilarang digunakan untuk kegiatan unjuk rasa.
"Candi Borobudur itu kan obyek vital, cagar budaya, termasuk keajaiban dunia, tidak boleh. Yang kedua masjid, tidak boleh untuk unjuk rasa. Memang dilarang, undang-undang yang ngatur," tegasnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya