Polisi gerebek pabrik obat palsu skala besar di Bandung

    Reporter : Andrian Salam Wiyono | Senin, 5 Mei 2014 13:18

    Polisi gerebek pabrik obat palsu skala besar di Bandung
    ilustrasi obat. ©2012 Merdeka.com

    Merdeka.com - Satuan Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap peredaran obat palsu jenis karisoprodol berskala besar. Diamankan barang bukti 200 ribu butir atau senilai Rp 41,8 juta. Barang tersebut didapat dari tersangka Kusyanto.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan pengungkapan itu berawal dari informasi warga. Akhirnya polisi menggeledah kediaman Kusyanto di kawasan Babakan Surabaya, Kiaracondong Bandung.

    "Saat digeledah petugas menemukan tiga karung plastik berisi 209 bungkus berisi tablet putih," kata Mashudi didampingi Kasat Narkoba AKBP M Ngajib di Sat Narkoba Polrestabes Bandung, Senin (5/5).

    Hasil pemeriksaan tersangka, barang itu didapat dari W yang kini tengah dalam pemburuan polisi. "Tersangka ini beli di W Rp 200 ribu per kilogram," ungkapnya.

    Kemudian barang itu dibungkus menggunakan plastik putih. Perbungkusnya berisi 885 butir. "Lalu dijual Rp 200 ribu per bungkusnya," katanya.

    Obat jenis karisopodol ini, menurut dia, sudah dicabut izin edarnya oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. "Ini ilegal karena diketahui sudah lama dilarang peredarannya," ujarnya.

    Dia menambahkan, obat tersebut sudah beredar selama tiga bulan. Obat itu diedarkan diwilayah Bandung. Dia meminta agar warga yang membeli barang tersebut untuk segera dilaporkan kepada polisi.

    Adapun barang bukti yang telah diamankan yakni tiga karung atau sekitar 209 bungkus karisoprodol atau sekitar 200 ribu butir karisoprodol. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

    [has]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Obat Palsu

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE