Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi gerebek kampung narkoba di perairan, 16 pelaku diamankan

Polisi gerebek kampung narkoba di perairan, 16 pelaku diamankan Hasil penggerebekan kampung narkoba di Ogan Komering Ilir. ©2015 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Jajaran Dit Polair Polda Sumsel menggerebek satu kampung di daerah perairan yang disinyalir menjadi sarang narkoba. Dari penggerebekan itu berhasil diamankan 16 pelaku, termasuk bandarnya, dan sabu seberat 272,3 gram serta 58,5 butir ekstasi dengan total senilai Rp 348 juta.

Selain itu, turut diamankan uang hasil transaksi sebesar Rp 113 juta, dua unit timbangan digital, dua bilah senjata tajam, dan beberapa alat isap sabu tradisional.

Keenam belas pelaku adalah berinisial IM (bandar), BD (kurir), MR, KI, IP, AL, DD, RG, RD, RM, AD, YD, CS, PY, RS, dan RF. Dari pelaku yang ditangkap, dua di antaranya masih berusia 14 tahun yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Iza Fadri mengungkapkan, penggerebekan dilakukan di salah satu rumah makan di sekitar dermaga di Dusun Baung, Desa Bukit Batu, Jalur 19, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ili, Jumat (23/10) siang.

Sebelum itu, polisi mengintai selama dua minggu untuk memastikan laporan masyarakat. Begitu mengetahui laporan akurat, 12 anggota Ditpolairud Polda Sumsel menuju lokasi mengendarai dua speedboat.

"Saat kita gerebek, semua pelaku ada di lokasi sedang mengonsumsi narkoba. Ditemukan juga barang bukti milik bandar seorang perempuan," ungkap Iza, Senin (26/10).

Sementara Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel AKBP Richard B Pakpahan mengatakan, dari pengamatan polisi, tempat tersebut menjadi pusat transaksi narkoba di daerah perairan. Bahkan tak jarang para pelaku mengonsumsi narkoba langsung di tempat itu karena pemiliknya menyediakan bilik-bilik khusus dan alat isap sabu.

"Kita lihat memang di sana dijadikan tempat khusus, orang bebas makai narkoba," kata Richard.

Saat ini, pihaknya masih memburu dua pelaku lain yang masih buron. Keduanya diduga kuat merupakan penyuplai barang haram tersebut.

"Untuk sumbernya masih kita selidiki, tapi jelas lewat perairan. Modusnya bisa digunakan pakai jukung atau speedboat," pungkasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP