Polisi: Emon anak manja tak bisa diperiksa dengan cara diancam
Merdeka.com - Pengungkapan kasus sodomi dengan tersangka Emon ternyata cukup menguras energi dari penyidik. Hal ini karena tersangka Emon tidak bisa ditekan atau diancam seperti halnya yang dilakukan polisi selama ini dalam kasus kriminal.
"Kita tidak bisa menggunakan metode seperti kasus kriminal lainnya yang ditekan dan diancam pada Emon. Karena dia malah diam ketika dimarahi, jadi kita pakai metode pemeriksaan yang santai dengan bercanda karena Emon sebenarnya anak yang manja, bisa dilihat kan waktu dijenguk dia minta disuapin," ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Sulaeman kepada wartawan, Senin (5/5).
AKP Sulaeman juga mengatakan kenapa Emon juga berperilaku aneh dan kalau bicara suka berbohong dan berbelit karena menurut ibunya dia pernah jatuh dan kepalanya terbentur saat umur di bawah satu tahun.
"Itu menjadi dugaan ada yang rusak dengan saraf Emon sehingga dia jadi anak yang manja dan bicara berbelit seperti itu," ujar Sulaeman.
Sulaeman mengatakan pindahnya pemeriksaan korban ke rumah dinas wali kota bukan karena ingin menutupi kasus ini, namun karena untuk kelancaran pemeriksaan.
"Alasan pindah karena mencari kenyamanan untuk korban, kalau di sini itu bocah-bocah leutik (kecil) nggak ada yang mau ngomong karena ini tempat umum, bukan karena masalah mau ditutupi," pungkas Sulaeman.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya