Polisi duga ada konspirasi soal harga daging sapi mahal
Merdeka.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terus mengusut kasus penimbunan sapi yang menyebabkan terjadinya kelangkaan daging sapi hingga membuat gejolak harga di pasar. Setelah dilakukan penggerebekan oleh polisi, saksi mengaku kelangkaan dikarenakan pedagang daging sapi tak mau membeli sapi siap potong.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edison Simanjuntak mengatakan seorang pengusaha penggemukan sapi (feedloter) di Tangerang membantah pedagang daging sapi tak mau membeli sapi siap potong. Pedagang daging sapi di pasaran malah mau membeli sapi-sapi siap potong itu untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat.
"Bohong. Tidak ada itu, pedagang mau membeli, tetapi pedagang, mereka kondisikan untuk tidak membeli. Jadi ini sebenarnya konspirasi," kata Victor di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
Victor menjelaskan, alasan pengusaha feedloter menimbun 4000 ekor sapi impor karena meminta tambahan kuota impor ke pemerintah. Hal itu diduga dilakukan dengan jalan menciptakan kelangkaan.
"Mereka ingin memaksa pemerintah memberi kuota baru dengan cara ada kelangkaan. Karena ada kelangkaan pemerintah harus membagikan kuota lagi. Nah senjatanya kelangkaan ini, kita pengen lihat betul enggak ada kelangkaan," tutup Victor.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya