Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi dalami kabar penembak Hani di gerbang Tol Pasteur adalah Brimob

Polisi dalami kabar penembak Hani di gerbang Tol Pasteur adalah Brimob Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku penembakan terhadap seorang perempuan bernama Hani (21) di Kota Bandung masih misterius. Kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.

Beredar kabar jika pelaku penembakan diduga anggota Brimob berinisial F dan S. Kini, yang bersangkutan sudah diamankan pihak kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan kabar tersebut masih didalami.

"Kita belum berani mengutarakan keterkaitan apakah itu, anggota polisi atau bukan, itu masih didalami," katanya saat dihubungi, Selasa (18/9).

Ia menjanjikan dalam waktu dekat saat semua penyelidikan selesai akan memberikan informasi kepada masyarakat.

"Nanti yah saya belum tahu persis semua, nanti kita cek dulu lah. Kan saya juga dapat masukan informasi dari media ini saya belum mengeceknya. masih lakukan penyelidikan dan penyidikan," terangnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan semua proses penyelidikan dilakukan oleh Polrestabes Bandung.

"Pengembangan sama penyelidikannya sama polres," ucapnya.

Sebelumnya, sebuah mobil yang sedang melintas di kawasan Pasteur, Kota Bandung ditembak oleh orang tidak dikenal. Seorang penumpang perempuan terkena proyektil peluru di bagian leher.

Dari informasi yang diterima, peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/8) pukul 04.00. Di dalam mobil, terdapat lima penumpang dengan sopir bernama Salim (30).

Awalnya, Salim yang merupakan warga Purwakarta berangkat dengan rombongan dua mobil menuju daerah Jalan Dago, Kota Bandung.

Sekitar pukul 01.00, temannya yang bernama Mahmudi (26) terlibat pertikaian dengan dua orang yang tidak dikenal di salah satu tempat hiburan. Karena menimbulkan ketidaknyamanan, keduanya dilerai oleh juru parkir.

Pada pukul 03.30, saat rombongan pulang dari kawasan Dago di Jalan Tol Pasteur mobil Avanza, Nopol: B 1963 PZY yang dikendarainya diduga ditembak. Mobil tersebut diisi oleh Salim dan Mahmudi yang duduk di depan. Sedangkan di bagian belakang, diisi oleh tiga perempuan, yakni Bela, Mita dan Hani yang duduk di bagian paling kanan. Pecahan peluru yang ditembakan itu mengenai leher Hani.

Akibat penembakan itu, Hani masih mengalami pelemahan otot tangan dan kaki. Tim dokter belum bisa memastikan kelumpuhan itu bersifat permanen atau temporari.

Ia mengalami tiga luka saat datang ke RSHS. Masing-masing berada di leher bagian belakang, kanan samping dan di atas tulang belikat sebelah kanan. Proses operasi yang dilakukan dengan sayatan itu ditemukan pecahan proyektil peluru.

Diketahui, luka pasien sebesar 2 cm sementara kedalaman proyektil peluru yang menembus dari permukaan kulit sampai ke ruas tulang leher berjarak 5 cm.

Pelemahan otot yang dialami pasien disebabkan pecahan peluru menghantam tulang belakang di ruang tulang ke enam. Bagian itu merupakan pusat dari sistem syaraf atau sum-sum tulang belakang.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP