Polisi Bongkar Kuburan Babi dan Periksa 9 Warga Depok
Merdeka.com - Kuburan babi yang sebelumnya ditangkap warga di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, akhirnya dibongkar Polsek Sawangan. Pembongkaran tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan warga yang ingin melihat kuburan. Selain itu, polisi juga memeriksa sembilan orang untuk mengungkap fakta terkait peristiwa yang disangkutkan dengan hal mistis oleh banyak orang.
Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing mengatakan, pembongkaran kuburan babi dilakukan setelah adanya dugaan pemindahan kuburan babi oleh warga. Sebelumnya, kuburan babi diletakkan di pemakaman keluarga namun telah dipindahkan ke lokasi tak jauh dari kuburan sebelumnya.
"Iya tadi anggota melakukan pembongkaran karena masih menjadi perhatian masyarakat," ujar Rio, Rabu (28/4). Dikutip Liputan6.com
Rio mengungkapkan, potongan hewan telah diamankan dan dibawa ke Polsek Sawangan. Menurutnya, berdasarkan laporan warga, masih banyak warga yang ingin melihat kuburan itu. Mengingat situasi masih pandemi Covid-19, maka diputuskan untuk diamankan guna menghindari kerumunan massa.
"Iya untuk menghindari kerumunan massa dikhawatirkan menimbulkan penularan Covid-19," ungkap Rio.
Sebanyak sembilan orang yang mendatangi Polsek Sawangan dimintai klarifikasi terkait penangkapan babi tersebut. Diketahui sebanyak 15 orang ikut menangkap babi tersebut. Sembilan orang yang memenuhi panggilan Polsek Sawangan, salah satunya Ustaz Adam Ibrahim yang memimpin penangkapan.
"Iya, kami sudah melakukan pemeriksaan sembilan orang sekitar pukul 14.00 WIB hingga 24.00 WIB," ujar Rio.
Rio menjelaskan, pemeriksaan sembilan orang untuk mensinkronisasikan keterangan, sehingga polisi dapat membuat kesimpulan benar atau tidaknya babi ngepet yang ditangkap warga.
"Nanti ya kita informasikan kembali hasil kesimpulannya seperti apa," kata Rio.
Rio meminta masyarakat Kota Depok, khususnya di wilayah Kecamatan Sawangan, tidak resah. Polsek Sawangan meminta kepada masyarakat apabila kehilangan uang atau harta benda lainnya dapat segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.
Masyarakat diminta untuk tidak terlalu mengaitkan apabila ada warga yang kehilangan uang dengan penangkapan dugaan babi ngepet.
"Sebaiknya melaporkan apabila warga kehilangan uang. Jangan terlalu mengaitkan dengan hal mistis karena perlu mencari kebenaran fakta," bebernya.
Rio menjelaskan, saat anggota mendatangi lokasi, anggotanya hanya melihat layaknya seekor babi hutan. "Kami melihat ya hanya seekor babi itu yang ada di lapangan," ucap Rio.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya