Polisi bersenjata jaga lokasi kerusuhan di Batam
Merdeka.com - Sejumlah aparat kepolisian dengan bersenjata lengkap hari ini masih berjaga-jaga di sekitar Planet Holiday Hotel Batam, Kepulauan Riau, menyusul kerusuhan yang melanda kawasan itu Senin (18/6) kemarin. Kerusuhan itu mengakibatkan satu orang tewas.
Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Yotje Mende, mengatakan anggota disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kerusuhan susulan dan mengamankan lokasi kerusuhan antara dua kelompok massa.
Dengan menggunakan senjata laras panjang, anggota polisi nampak berjaga-jaga pada sejumlah titik seperti pintu masuk dan keluar, serta di setiap sudut hotel dengan 21 lantai tersebut.
"Kami ingin memastikan situasi terkendali," kata Kapolda seperti dikutip Antara, Selasa (19/6).
Kapolda mengatakan meski situasi telah kondusif, namun polisi tetap menyiagakan seluruh anggota dari Polda Kepulauan Riau yang berjumlah sekitar 600 orang, serta dari Polresta Batam Rempang Galang (Barelang) sekitar 1.100 orang.
"Semua siaga di pos masing-masing. Bila diperlukan akan diturunkan untuk membantu pengamanan. Kami juga berkoordinasi dengan Mabes Polri, jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan," kata Kapolda.
Dari Jakarta diberitakan sebanyak 150 orang personel Brimob Kelapa Dua, Depok, dikirim ke Batam untuk membantu Polda Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pengamanan pascabentrok dua kelompok di Planet Holiday Hotel Batam.
"Pada pagi ini kita mengirimkan 150 orang personel Brimob dari Kelapa Dua untuk membantu Polda Kepri melaksanakan pengamanan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.
Sementara itu, pada Selasa pagi, sejumlah ruas jalan menuju Planet Holiday Hotel Jodoh yang sempat ditutup pascakerusuhan telah kembali dibuka, walaupun sejumlah petugas masih berjaga-jaga.
Kerusuhan tersebut dipicu sengketa lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Batumerah, Batuampar, Kota Batam, antara dua kelompok massa yang pekan lalu telah diputuskan oleh Pengadilan negeri Batam. Namun pihak yang kalah mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau.
Hingga Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, satu korban dinyatakan meninggal. Sementara 10 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Bunda, Rumah Sakit Budi Kemulyaan, Rumah Sakit Elisabeth.
(mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya