Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi bentuk tim pemburu empat napi Lapas Jambi yang kabur

Polisi bentuk tim pemburu empat napi Lapas Jambi yang kabur Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menyiapkan tim khusus memburu empat narapidana yang kabur saat kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Jambi. Empat napi tersebut merupakan tahanan kasus narkoba dan pengeroyokan.

"Sudah dibentuk tim dari Polresta Jambi dan Polda Jambi untuk mengejar. Ada empat tim, masing-masing tim itu ada empat sampai lima orang yang akan mengajar 4 orang ini," terang Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul saat berada di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2/3).

Polisi mengimbau para narapidana yang kabur agar segera menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum. Dia mengingatkan, polisi tidak segan menindak tegas narapidana yang kabur.

"Sekali lagi kami imbau untuk kembali menyerahkan diri sebelum ada tindakan tegas dan terukur dari anggota kami yang melakukan pengajaran," tegasnya.

Untuk diketahui, kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Jambi. Kerusuhan akibat narapidana menolak adanya razia narkoba yang dilakukan oleh petugas gabungan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebutkan empat narapidana mencuri kesempatan untuk melarikan diri usai kerusuhan tersebut.

"Ya ada 4 orang melarikan diri pagi ini. Dari dalam manjat kemudian lari," kata Yasonna sebelum mengikuti Rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/3).

Yasonna menduga para petugas lengah karena kelelahan akibat kerusuhan yang terjadi Rabu (1/3) malam tersebut. "Mungkin lengah itu padahal petugas masih ada di sekitar situ. Mungkin kelelahan ada yang tertidur kali ya. Jadi dalam pengejaran sekarang," paparnya.

Kamis (2/3) pagi LP Klas II A Jambi sudah berangsur kondusif. Emosi narapidana mereda usai diterima beberapa pihak untuk berdialog. Dialog antara 20 orang perwakilan napi dengan Kalapas, Kakanwil Kemenkumham, Kapolda Jambi, Danrem, Sekda Prov Jambi, Kapolresta Jambi, dan Walikota Jambi dilakukan pada pukul 01.00 Wib.

Meski situasi sudah kondusif namun anggota kepolisian bersama TNI masih terus berjaga-jaga di lokasi. Sebanyak 600 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kerusuhan di lapas.

Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara menjelaskan kerusuhan terjadi lantaran para narapidana menolak dilakukannya razia narkoba di malam hari. Mereka khawatir akan adanya penyusup dari luar personel lapas.

Penolakan narapidana tersebut berujung pembakaran ruang koperasi lapas, aula, kantin dan blok khusus wanita pada pukul 20.30 Wib. Alhasil, 85 napi harus dievakuasi ke imigrasi Jambi.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP