Polisi Belum Temukan Kesalahan Kades Terkait Kerusuhan di Mandailing Natal
Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki kasus kerusuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Senin (29/6). Sejauh ini belum ditemukan kesalahan kepala desa yang dituding menyalahgunakan kekuasaannya, termasuk soal pembagian bantuan langsung tunai (BLT).
"Secara umum laporan yang saya terima, kepala desa ini sebetulnya bagus, tetapi ada oknum-oknum yang menjadi provokator," ucap Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin di Medan, Rabu (1/7).
Keputusan kepala desa terkait pembagian BLT dibuat melalui musyawarah yang diikuti tokoh masyarakat dan tokoh agama. Karena awalnya tidak semua warga mendapatkan bantuan itu, mereka pun sepakat untuk membaginya rata. Namun ada oknum-oknum yang memprovokasi dan mempermasalahkan keputusan itu.
"Jadi, kami belum menemukan pelanggaran yang dilakukan kepala desa. Sebenarnya niatnya baik tapi diterjemahkan lain oleh pihak-pihak lain," tegas Martuani.
Provokasi dari pihak tidak bertanggungjawab diduga memicu kerusuhan di Desa Mompang Julu, Senin (29/6). Warga awalnya berunjuk rasa menuntut pemberhentian kepala desa yang dinilai membuat kebijakan menyimpang terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dan penggunaan dana desa.
Pengunjuk rasa memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Aksi ini berujung pada tindakan anarkistis. Massa melempari polisi dan membakar 1 sepeda motor dan 2 mobil, termasuk kendaraan dinas Wakapolresta Madina.
Kerusuhan reda, Selasa (30/6) subuh, setelah Hendri Hasibuan membuat surat pengunduran diri dari posisi kepala desa.
Penyelidikan terhadap para provokator dan pelaku kerusuhan itu juga masih dilakukan. "Saya akan lakukan, nanti tunggu saja waktunya, karena setiap pelanggaran hukum masih ada sanksi. (Yang diamankan) nanti kita akan rilis," jelas Martuani.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya