Polisi Belum Bisa Pastikan Asal Muasal Granat Asap yang Meledak di Monas
Merdeka.com - Sebuah ledakan terjadi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (3/12). Dua orang anggota TNI mengalami luka berat akibat kejadian tersebut.
Ledakan tersebut bersumber dari granat asap. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus meyakini ledakan berasal dari granat asap. Keyakinan ini berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Bukti-bukti percikannya dari granat asap ini masih ada. Sementara itu yang dikumpulkan saat olah TKP," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/12).
Namun polisi belum mengetahui dari mana asal granat asap tersebut. "Belum diketahui karena belum ada keterangan saksi-saksi yang kita bisa dapatkan," ucap dia.
Pengakuan Saksi
Salah satu saksi mata mendengar bunyi dentuman keras di Monumen Nasional (Monas). Dia adalah Pegawai Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional (Monas), Desi Arisandi (27).
Desi mendengar bunyi dentuman sekitar pukul 07.05 WIB. Saat itu dia tengah berjaga menunggu pengunjung yang hendak masuk ke kawasan Monas. Jarak antara sumber ledakan dengan Kantor UPK Monas sekitar 200 meter.
"Saya di sini cuma lima orang. Pas dengar suara ledakan pada panik," ucap dia saat ditemui Liputan6.com.
Desi tak mengira bahwa ledakan berasal granat asap. Yang terpikir adalah orang terjatuh.
"Saya kira orang loncat dari atas," ucap dia,
Desi menuturkan, akibat insiden itu waktu operasional Monas sempat tertunda selama dua jam.
"Biasanya jam 08.00 WIB sudah buka tapi karena ada kejadian ini buka jam 10.00 WIB," ucap dia.
Dua Korban Anggota TNI
Ledakan tersebut melukai dua anggota TNI yakni Serma F dan Praka G yang tengah berolah raga di kawasan Monas. Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyanto memastikan, kondisi dua prajuritnya dalam keadaan sadar. Keduanya saat ini tengah mendapatkan penanganan medis di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Eko menuturkan, Serma F menderita luka cukup parah di tangan kiri akibat ledakan granat, kendati kondisinya sadar. Namun dia tidak menjelaskan secara detil luka yang dialami Serma F.
"Kondisi anggota saya dalam keadaan sadar dan masih bisa duduk, masih bisa bicara," ujar Eko di kawasan Monas, Selasa.
Sementara Praka G mengalami luka cukup ringan. "Yang kedua lebih ringan karena kena bagian pahanya saja, atas nama Praka Gunamawan," tuturnya.
Saat ini, tim gabungan Polri dan TNI tengah menyelidiki kasus ledakan tersebut. Petugas gabungan juga masih menelusuri asal muasal granat asap yang meledak itu.
Reporter: Yopi Makdori dan Ady AnugrahadiSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya