Polisi Australia juga ikut selidiki kasus sodomi di JIS
Merdeka.com - Kasus sodomi anak di Jakarta International School (JIS) masih terus gencar diselidiki oleh Mabes Polri. Dalam kasus ini, Australian Federal Police (AFP) juga harus turun tangan untuk memeriksa para guru dan murid warga negara Australia yang berada di JIS.
"Kasus JIS ini sejak awal kita sudah membantu penyidikan. Kemarin AFP datang, ini terkait dengan adanya guru-guru Australia dan murid-murid yang ada di sana. Perlu dipahami, dalam proses ini kami memerlukan org tua atau korban itu sendiri, untuk mengembangkan kasus ini." kata Wadir Tipidum Kombes Pol Tony Hermanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/4).
Sementara itu, menurut Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Suhardi Alius, kedatangan AFP ke Indonesia hanya sebatas untuk memintai keterangan warga Australia terkait kasus sodomi anak di JIS itu. Mengenai penegakan hukum, Suhardi menegaskan bahwa Polri akan menegakkan hukum sendiri menggunakan peraturan hukum di Indonesia.
"AFP datang terkait dengan guru-guru dari Australia yg mengajar di sana. Kita cuma minta mereka bicara dengan warganya apakah ada korban atau hal lainnya," ujar Suhardi.
Selain AFP, Federal Bureau Investigation (FBI) juga akan membantu Mabes Polri menyelesaikan kasus sodomi JIS. FBI rencananya akan bertandang ke Jakarta pada Senin (5/5) mendatang untuk mengejar dan memberikan info terkait buronannya yang bernama William James Vahey. Pria itu pernah menjadi pengajar di JIS sejak 1992 hingga 2002.
(mdk/gib)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya