Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Ancam Bubarkan Aksi Buruh Melanggar Protokol Kesehatan saat Peringati May Day

Polisi Ancam Bubarkan Aksi Buruh Melanggar Protokol Kesehatan saat Peringati May Day aksi may day di depan istana. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Petugas gabungan disiapkan untuk mengawal peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Sabtu, 1 Mei 2021. 6.394 personel terdiri TNI-Polri dan unsur pengamanan Pemprov DKI Jakarta disiagakan mengawal aksi buruh tersebut.

"Sebanyak 6.394 personel, kemungkinan masih akan bertambah lagi yang akan kita turunkan, gabungan TNI, Polri dan pemerintah daerah (pemda)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/4).

Yusri mengatakan, pihaknya menerima surat pemberitahuan aksi unjuk rasa dari berbagai serikat buruh. Yusri menyebut ada beberapa lokasi yang akan dijadikan sebagai titik kumpul seperti Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Mahkamah Konstitusi (MK), dan kantor ILO, Jakarta Pusat. Yusri pun mengingatkan agar peserta buruh untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami sudah sampaikan himbauan seperti patuhi protokol kesehatan ada aturan perundang-undangan, kami akan tegas melakukan penindakan apabila melanggar protokol kesehatan," ujar dia.

Yusri menyatakan kesiapan mengawal dan mengamankan aksi buruh selama berjalan dengan tertib.

Dalam hal ini, bakal mengabulkan permintaan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait permohonan pelayanan swab antigen.

"Sehingga Polda Metro Jaya membentuk tim kesehatan berkoordinasi dengan teman-teman serikat pekerja. Kami akan siapkan swab antigen sebelum berangkat," ujar dia.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menerangkan, pihaknya mendirikan dua posko kemanusiaan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha guna memberikan pelayanan kepada buruh yang mau swab tes antigen.

"Yang belum di swab kita siapkan swab gratis sehingga pelaksanaannya nanti betul-betul memenuhi prokes," ucap dia.

Selain itu, skenario rekayasa lalu lintas pun telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

"Tentu sifatnya situasional melihat seberapa banyak buruhnya apakah perlu dilakukan penutupan jalan dan sebagai nya," ujar dia.

Reporter: Ady AnugrahadiSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP