Polisi amankan sopir & kernet speedboat yang tabrakan di Jembatan Ampera
Merdeka.com - Polisi sudah mengamankan empat pengemudi dan kernet speedboat yang bertabrakan di Sungai Musi, tepatnya di dekat Jembatan Ampera Palembang. Dalam insiden ini, dua penumpang tewas dan dua lainnya hilang.
Mereka yang diamankan adalah pria berinisial RH pengemudi speedboat Rahendi Putra dan dua kernetnya, HM dan IF, serta pengemudi speedboat 5 Bersaudara berinisial DM. Mereka masih berstatus saksi dalam insiden ini.
Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thabrani mengungkapkan, keterangan keduanya sangat dibutuhkan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Jika terjadi kelalaian, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka.
"Semua sopir dan kernet speedboat sudah kita amankan, nanti kita periksa," ungkap Imam, Rabu (30/5).
Dari keterangan yang didapat sementara, kecelakaan itu bukan tabrakan saling berhadapan atau adu bagong, tetapi dalam satu arah. Kejadiannya berawal saat speedboat Rahendi Putra (200 PK) hendak berlabuh di Dermaga Bekangdam.
Tiba-tiba, speedboat 5 Saudara (40 PK) menyalip dari sisi kanan dengan kecepatan tinggi. Speedboat Rahendi Putra berusaha menghindar namun kecelakaan tetap terjadi.
"Speedboat yang besar tidak lihat ada kapal yang menyalip dari kanan, kecepatannya tinggi. Tabrakan ini satu arah, bukan dua arah berlawanan," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dua korban tewas dan dua lainnya hilang akibat kecelakaan dua speedboat di Sungai Musi, tepatnya di sekitaran Jembatan Ampera Palembang, Rabu (30/5) pukul 10.00 WIB. Korban tewas adalah pasangan suami istri Sumali dan Sukatmi, sedangkan korban hilang adalah pasutri bernama Hamid dan Zubaidah. Semuanya warga Jalur 14, Desa Rejosari, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya