Polisi amankan 15 orang terkait kerusuhan di Penjaringan
Merdeka.com - Massa mengamuk di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat malam tadi. Sejumlah warga terlibat bentrok dengan petugas keamanan yang berjaga.
Buntut dari bentrokan itu, belasan orang diamankan. "15 orang sudah diamankan," terang Kabid Humas Mapolda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (5/11).
Saat ini, kelima belas orang yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan. Dia pastikan massa yang berdemo adalah warga dari Luar Batang, Tanah Pasir, dan sekitarnya dan bukanlah bagian dari pendemo yang berunjuk rasa sebelumnya di kawasan Jl Medan Merdeka.
"Mereka dibawa ke Polres Jakarta Utara," sambungnya.
Usia dari massa yang diamankan juga beragam. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.
Sebelumnya diberitakan, bentrokan antara warga dengan polisi terjadi di Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Bentrokan antara warga dan polisi pecah sekitar pukul 18.30 WIB. Awalnya warga Luar Batang berniat menyatroni rumah pribadi calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Warga geram dengan kebijakan Ahok yang menggusur tempat tinggal mereka di Luar Batang. Bahkan beredar kabar Ahok juga berencana menggusur kawasan Muara Baru.
Warga yang mencoba mendekati rumah Ahok justru dipukul mundur oleh aparat keamanan yang sudah bersiaga sejak pagi. Tidak terima dengan perlakuan aparat kepolisian, warga menyerang dengan melempari batu. Bentrokan tak terhindarkan. Polisi mencoba memukul mundur warga dengan melepaskan tembakan gas air mata. Sementara warga bertahan dengan melempari polisi.
Sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi pembakaran satu unit motor polisi di lampu merah Gedong Panjang, depan apartemen mitra Bahari.Kericuhan juga terjadi di dekat Halte bus TransJakarta Pakin, Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebelumnya massa juga merusak tiga minimarket dan toko bunga. Suasana mencekam itu akhirnya bisa diredakan dini hari.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya