Polemik komentar Jusuf Kalla dari kaset ngaji hingga kasus Tolikara
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla banyak mendapat sorotan akhir-akhir ini. Hal itu lantaran pernyataan yang dilontarkannya kerap membuat polemik di masyarakat.
Ketua Dewan Masjid Indonesia ini sempat menyatakan larangan memutar kaset mengaji Alquran di masjid-masjid. Peraturan memutar kaset mengaji itu sudah dirumuskan di Dewan Masjid.
"Kita sudah buat rumusan di Dewan Masjid, mengaji tidak boleh pakai kaset," kata JK saat membuka ijtima' ulama komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah Cikura Tegal Jawa Tengah bulan lalu.
Jusuf Kalla menceritakan pengalamannya saat berada di kampung halaman di Sulawesi Selatan, sekitar pukul 04.00 WITA dibangunkan suara pengajian dari empat masjid. Namun, suara tersebut ternyata berasal dari kaset.
"Pertanyaannya kalau yang mengaji kaset apakah mengaji dapat pahala, kita jadi terganggu, terjadi polusi suara," ujarnya.
Menurutnya karena di Indonesia mayoritas beragama Islam, maka masjid dibangun berdekatan. Alhasil ketika menjelang subuh masjid yang memutar kaset ngaji suaranya bersahut-sahutan.
Jusuf Kalla juga mencontohkan kebiasaan azan di Turki yang dapat dilakukan di Indonesia. Umat muslim di sana mengumandangkan azan secara bergantian agar terdengar jelas.
Lalu apalagi kontroversi pernyataan Jusuf Kalla? (mdk/efd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya