Polemik arsenik di Bumi Maleo
Merdeka.com - Pernyataan Wakil Wali (Wawali) Kota Gorontalo, dr. Budi Doku, memang memancing kekhawatiran. Sebab menurut dia, air olahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat diduga mengandung bahan berbahaya, Arsenik.
Budi menyampaikan itu melalui laman akun Facebook-nya. Menurut dia, beberapa waktu lalu sempat meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa kondisi kadar air PDAM. Sebab dia curiga karena sejak 2012 ada temuan air produksi PDAM Gorontalo mengandung logam-logam berat.
"Selama ini PDAM mengelak bahwa airnya dalam kondisi bersih. Di sini saya tertantang untuk mencari penelitian," kata Budi.
Menurut Budi, ketika BPOM mengambil sampel air PDAM di salah satu rumah warga di kota Gorontalo, mereka menemukan adanya kandungan Arsenik. Dia menyatakan tidak akan menarik imbauan hingga kondisi air PDAM benar-benar bersih. Dia akan mengumumkan lagi jika kondisinya sudah kembali normal.
"Saya berharap PDAM Kota Gorontalo untuk terus memeriksa kondisi airnya, dan harus bertanggung jawab, karena instansi PDAM adalah badan layanan umum, dimana di situ ada pengawas PDAM-nya" lanjut Budi.
Bereaksi atas pernyataan Budi, PDAM Gorontalo menyangkal. Mereka meyakinkan air selama ini diproduksi aman dan layak dikonsumsi. Kepala Bagian Humas PDAM Kota Gorontalo, Riflan Kunu mengatakan, kandungan arsenik terdapat pada air PDAM berkisar 0,005, sedangkan standar nasional adalah 0,5.
"Kami memiliki datanya, dan itu masih layak dikonsumsi untuk mandi, sikat gigi maupun untuk diminum," kata Riflan, kemarin.
Menurut Riflan, semua air memiliki kandungan arsenik maupun logam merkuri. Namun, dia menyatakan kandungan arsenik dalam air produksi PDAM Kota Gorontalo masih di bawah standar. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya