Polda Riau tetapkan 91 orang dan 2 korporasi tersangka karhutla
Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau dan jajaran Polres sejak awal Januari 2016 hingga saat ini sudah menetapkan 93 tersangka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rinciannya dari jumlah tersebut dua di antaranya merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Rivai Sinambela, kepada merdeka.com, mengatakan, dari total 93 tersangka, paling banyak diproses Polres Dumai dengan 18 tersangka dari total 14 laporan. Disusul Polres Bengkalis 15 tersangka dari total 10 laporan.
"Sedangkan Polres Rokan Hilir menetapkan 12 tersangka dengan 9 laporan kejadian, Polres Pelalawan 10 tersangka dari 10 laporan. Polres Siak ada 8 tersangka, Polres Indragiri Hulu 7 tersangka, dan Polres Kepulauan Meranti juga ada 7 tersangka," ujar Kombes Rivai kepada wartawan, Senin (19/9).
Sedangkan untuk Polresta Pekanbaru sudah menangkap 5 orang tersangka, kemudian Polres Kampar menetapkan 5 orang sebagai tersangka pembakaran lahan.
"Dan untuk Polres Indragiri Hilir menetapkan 2 orang sebagai tersangka," ucap Rivai.
Sementara itu, untuk Dit Reskrimsus Polda Riau sendiri menetapkan 2 korporasi sebagai tersangka yang diduga sengaja membakar lahan semak belukar.
Dua korporasi itu yakni PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI) di kabupaten Siak, Direktur Utamanya inisial OA sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan PT Sontang Sawit Permai (SSP) sebagai tersangka korporasi.
"Dalam waktu dekat pimpinan PT SSP akan kita panggil dan ditetapkan sebagai tersangka," kata Rivai.
"46 perkara dinyatakan lengkap atau P-21, tujuh perkara tahap I dan 16 perkara sudah masuk tahap penyidikan," ucap Rivai.
Rivai menegaskan, PT WSSI modusnya membakar lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar. Sedangkan lahan tanaman sawit terlihat tidak terbakar. "Hal itu yang membuat kita menduga perusahaan itu diduga sengaja membakar lahan seluas 80 hektare," ucapnya.
Sementara untuk PT SSP, pembakaran diduga untuk membuka lahan dilakukan dengan modus membuat sekat dan memblok parit lalu membakar lahan itu.
"Itu ada sekitar 40 hektar lahan yang diduga sengaja dibakar," pungkas Perwira Menengah Jebolan Akademi Kepolisian tahun 1991 ini.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya