Polda Metro tunggu sosialisasi Pemkab Tangerang gusur kawasan Dadap
Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penertiban kawasan Dadap. Namun, penertiban tersebut tidak dapat langsung dilaksanakan, sebab warga perlu waktu untuk mendapatkan sosialisasi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut dari Pemkab Tangerang, mengenai mengenai hasil sosialisasi adanya penertiban. Menurut Moechgiyarto, sebelum laporan diterima, Polda Metro Jaya memutuskan untuk menunda penertiban kawasan prostitusi tersebut.
"Ya itukan masih dalam proses. Kita akan teliti kembali apakah proses tahapan itu sudah disosialisasikan dengan baik," kata Moechgiyarto di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Jumat (20/5).
Sebelumnya diberitakan, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskansar dan Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Pol Irman Sugema menyambangi Polda Metro Jaya. Keduanya datang guna membahas persoalan penertiban kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang.
"Iya (terkait Dadap)," kata Ahmed saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (11/5).
Terkait dengan Surat Peringatan yang ke-2 (SP2) yang tidak jadi dilayangkan ke warga, Ahmed membantahnya. Dia menegaskan kalau pihaknya sudah melayangkan SP2 hanya saja tidak diserahkan langsung ke warga.
"Sudah kan SP2 kemarin (sudah keluar), ditempel di kantor Kelurahan," tegasnya.
Terkait pemberian SP2 kemarin sempat terjadi bentrok antar warga dan pihak keamanan. Dikonfirmasi hal tersebut, Ahmed menduga adanya provokator dalam hal tersebut.
"Ada provokasi di sana, kita bisa lihat lah kalau lokalisasi ditutup ada yang terusik," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya