Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polda Metro minta sesama ojek jangan saling cemburu

Polda Metro minta sesama ojek jangan saling cemburu Go-jek. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Munculnya aplikasi pemesanan online seperti GO-JEK dan GrabBike membuat tukang ojek pangkalan resah. Secara terang-terangan, ojek pangkalan membentangkan spanduk larangan terhadap pengemudi kedua perusahaan tersebut tak beroperasi di wilayah mereka, bahkan mengancam keselamatan pengojek dan penumpangnya.

Menanggapi persaingan bisnis tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal meminta agar tidak melakukan tindak kekerasan. Kepolisian juga telah menerjunkan anggotanya untuk memberikan sosialisasi dan pengertian terhadap ojek pangkalan.

"Yang jelas kepolisian sudah antisipasi kita lakukan sosialisasi ke ojek biasa enggak perlu melakukan hal yang merugikan," ujar Iqbal kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (28/7).

Polisi menduga intimidasi dan kekerasan yang terjadi kepada pengemudi Go-Jek lantaran cemburu hingga menjadikan persaingan bisnis yang tidak sehat. Sebab, selain segmentasi berbeda, pengemudi ojek pangkalan disarankan agart tak berebut lahan.

"Mereka karena motifnya cemburu. Harusnya mereka mendekat ke Go-Jek. Enggak perlu berebut pasarnya, karena pasarnya lain," tandasnya.

Seperti diketahui, Istiqomah pengemudi Go-Jek wanita yang dipukul kepala bagian belakang kepalanya oleh pengendara ojek pangkalan. Setelah dilaporkan ke polisi, persoalan ini akhirnya diselesaikan secara damai.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menyatakan akan menindak tegas setiap pelaku kekerasan yang terjadi akibat dampak persaingan tersebut.

"Prinsip kita penegakan hukum, jadi siapa yang melakukan penganiayaan pasti akan kita tangkap," kata Tito kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/7).

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP