Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polda Bali sebut Denpasar daerah yang paling tinggi kasus narkoba

Polda Bali sebut Denpasar daerah yang paling tinggi kasus narkoba Ditresnarkoba Polda Bali menggelar kasus pengungkapan narkoba. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Ditresnarkoba Polda Bali menggelar kasus pengungkapan narkoba dan minuman keras (Miras) dalam satu semester yang dimulai dari bulan Januari sampai Juni tahun 2018.

Dalam pengungkapan kasus narkoba, Polda Bali berhasil mengungkap 593 kasus yang terdiri dari pengedar dan pemakai narkoba dalam banyak jenis. Dari angka 593 kasus tersebut jumlah penyelesian kasus baru 488 kasus dan kini tersisa 105 kasus.

Sementara untuk jumlah tersangka yang dapat diamankan berjumlah 672 orang. Tersangka laki-laki sebanyak 572 orang, perempuan 85 orang dan Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 15 orang.

Untuk barang bukti narkoba yang diamankan oleh Polda Bali, jenis Ganja 759.54 gram dan pohon Ganja sebanyak 22 batang, jenis Heroin 8.32 gram, Hasish 423.88 gram, Morfin 23 gram, Sabu 6623.934 gram, Ektacy 5449.5 butir, Cocain 1974.12 gram, Ektacy 2.177 gram, Hapyfive 56 butir, MDMA 4.1 gram, Mushroom 48.31 gram, Tembakau Gorila 1188.7 gram, dan untuk obat daftar G atau obat yang berbahaya 14135 butir.

Sementara untuk Miras, yang diamankan oleh Polda Bali, untuk jenis Arak dan Tuak sebanyak 5205.4 liter, Anggur, Wisky dan Vodka sebanyak 549 botol.

Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Gunarso menyampaikan, untuk hasil tangkapan dalam semester satu pada tahun 2018 cukup meningkat, dibanding semester satu pada tahun 2017.

"Dibanding tahun yang lalu 2017, untuk sekarang ada peningkatan naik sekitar 104 persen," ucapnya, Kamis (16/8).

Hasil tangkapan tersebut dari seluruh Polres wilayah Bali, dan untuk saat ini yang paling tinggi hasil tangkapan narkoba masih di wilayah Denpasar. Maka untuk ke depannya, Gunarso juga mengatakan akan lebih gencar memerangi narkoba di wilayah Bali.

"Kita pasti tingkatkan, selain itu kita juga menggunakan IT, karena sekarang era-nya teknologi dan harus dilawan dengan teknologi. Peredaran di Bali pasti masih banyak, kita ini seperti kucing-kucingan karena untuk memusnahkan narkoba agak susah. Tapi kita berupaya untuk mengurangi atau menekan hal itu," ujarnya.

Menurut Gunarso, maraknya peredaran narkoba di Bali, kemungkinan saja, karena Bali sebagai tempat pariwisata dan banyak tempat hiburan malam. "Untuk pariwisata sedikit banyak mempengaruhi, karena pengguna itu rata-rata di tempat hiburan," pungkasnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP