Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pokja KIPI Minta Warga Garut Tidak Khawatir dengan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Pokja KIPI Minta Warga Garut Tidak Khawatir dengan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Vaksinasi Covid-19 massal di Poltekkes Kemenkes. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Garut, Willy Indrawilis meminta masyarakat tidak khawatir dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pemerintah sudah mempersiapkan segalanya dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk di dalamnya mengantisipasi dampak pasca imunisasi.

Dia menyebut, kalau nanti setelah divaksinasi Covid-19 masyarakat merasakan keluhan, maka bisa langsung menghubungi petugas.

“Setelah menjalani vaksinasi, penerima vaksin akan mendapat kartu vaksinasi. Di kartu itu ada nomor kontak petugas yang bisa dihubungi. Kalau masyarakat ada sesuatu keluhan setelah vaksinasi, mereka bisa langsung menghubungi nomor kontak yang ada di kartu vaksinasi," katanya di Garut, Kamis (4/2).

Saat warga merasakan keluhan pasca imunisasi Covid-19, petugas di lapangan akan langsung menginvestigasi KIPI. Lebih dari itu, kalau diperlukan penanganan lanjutan, warga yang mengalami KIPI akan langsung dirawat di puskesmas atau rumah sakit dengan biaya ditanggung pemerintah.

"Tidak ada biaya tambahan," ujarnya.

Oleh karena itu, Willy mengimbau, masyarakat agar tidak khawatir dengan program vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang dilaksanakan.

“Segala sesuatu terkait vaksinasi sudah dipersiapkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Garut kejang dan pingsan usai menerima vaksinasi Covid-19. Saat ini, nakes tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit dan diobservasi oleh tim dokter.

"Ada, tapi laporan ke saya mah baru satu ya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, Rabu (3/2).

Leli menjelaskan, dugaan awal nakes tersebut kejang dan pingsan usai divaksinasi karena kelelahan. Hal tersebut ia ungkapkan karena nakes tersebut diketahui divaksinasi Covid-19 usai melaksanakan piket malam di tempat kerjanya.

"Ini sedang dicari faktor utamanya oleh tim dokter, tapi kemungkinan karena kelelahan. Maksudnya dianya, karena dianya habis jaga malam divaksin. Menurut laporan yang saya terima iya (kejang), iya (pingsan)," jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut hingga Selasa (2/2), sebanyak 1.111 orang dari 1.765 orang yang teregistrasi sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Artinya, masih ada calon penerima vaksin yang sudah teregistrasi belum menjalani vaksinasi. Sebanyak 172 orang ditunda pelaksanaan vaksinasinya dan 461 orang tidak diberikan vaksinasi karena alasan tertentu.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP