Plt Raja Keraton Surakarta: Saya bukan anggota Lembaga Dewan Adat
Merdeka.com - Konflik intern yang terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, memasuki babak baru. Usai upacara pisowanan agung Tingalan Dalem Jumenengan, Raja Paku Buwono XIII, Hangabehi mengusir sejumlah kerabat.
GRAy Koes Indriyah, GRAy Koes Sapardiyah, GRAy Koes Supiyah dan GRAy Koes Handariyah, yang tak lain adalah adik PB XIII, diminta meninggalkan keraton, karena dianggap membuat resah. Dengan dikawal sejumlah polisi, mereka meninggalkan keraton melalui Sasana Putra.
Menanggapi hal tersebut, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger yang juga Plt raja tak mau berkomentar banyak. Dalam beberapa kesempatan bahkan menolak dikait-kaitkan dengan Lembaga Dewan Adat.
"Masyarakat ini sudah salah persepsi, saya ini bukan orang Lembaga Dewan Adat tapi pelaku adat. Kalau soal putra-putri dalem (PB XII) mau hadir atau tidak dalam jumenengan, itu terserah masing-masing. Yang jelas, sentana dalem itu tak butuh undangan buat hadir," ujar Puger.
Kendati demikian, ia menyambut baik adanya upaya pembaruan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta. Ia menilai adat yang sudah berjalan seperti baik seperti saat ini, bisa semakin baik. Apalagi jika ada kerjasama dengan Pemkot Solo dan Pemerintah Pusat.
"Yang saya tahu nanti akan ada penataan kembali di keraton. Tapi rencananya seperti apa saya masih belum tahu. Saya nunggu saja dawuh (perintah) sinuhun," tutup Puger.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya