Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Plesetkan sampurasun, Habib Rizieq dilarang sambangi tanah sunda

Plesetkan sampurasun, Habib Rizieq dilarang sambangi tanah sunda Budi Samsu Alam. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Sundawani Purwakarta. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Plesetan sampurasun menjadi campur racun, yang dilontarkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habieb Rizieq Shihab, terus menuai kecaman dan memancing kemarahan masyarakat Sunda. Paguyuban Sundawani, Kabupaten Purwakarta, dengan tegas meminta agar pentolan ormas FPI itu, meminta maaf kepada orang Sunda. Karena hinaan yang dilakukan Rizieq sudah melampaui batas, hingga menyayat hati masyarakat Sunda.

"Ucapan Habib Rizieq tentang salam sampurasun, tetapi diucapkan oleh seorang habib menjadi campur racun, telah mengusik hati kami selaku orang Sunda, kami anggap ucapan itu tidak berdasar dan tak patut diucapkan, apalagi oleh tokoh agama," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Sundawani Purwakarta, Budi Samsu Alam, Sabtu (28/11).

Selain itu, Paguyuban Sundawani Purwakarta, secara gamblang mengharamkan untuk seorang Habib Rizieq menginjakkan kakinya di tanah Pasundan. "Atas ucapannya itu, Rizieq haram menginjakan kakinya ke tanah Sunda," tandas Budi.

Semestinya lanjut Budi, Habib Rizieq bisa menyadari, bahwa budaya sunda yang ada di tanah Pasundan merupakan bagian dari Indonesia yang notabene kaya akan keragaman budaya.‬ "Bagi orang sunda, sampurasun adalah bagian dari nilai saling menghormati antar sesama, sekaligus identitas masyarakat Pasundan, sangat disayangkan ucapan Habib Rizieq yang disinyalir melecehkan Budaya Jawa Barat itu," imbuhnya.‬

‪Dia menganalogikan, seperti apa kata pribahasa, di mana bumi dipijak disitu langit dijungjung. Artinya, sosok Rizieq, sebagai seorang yang berilmu dan mengaku sebagai Ulama Besar, seharusnya lebih bisa menghormati dan menghargai setiap budaya yang ada dipangkuan Ibu Pertiwi. Apalagi pernyataan Rizieq, diungkapkan di Purwakarta, kota yang menjadi miniatur dan basis kesundaan.

‪"Saya berharap kejadian ini, bisa menjadi Ibroh, yang mencerminkan bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, bukan bahasa Islamnya Habib Rizieq," pungkas Budi.

Sementara Plesetan yang dianggap sebagai ‪Penghinaan besar terhadap Salam Sunda Sampurasun menjadi campur racun dilontarkan Habib Rizieq Shihab, saat mengisi ceramah keagamaan yang diselenggarakan oleh Majlis Manhajus Sholihin, di Pasar Rebo Purwakarta, 13 November lalu.

Kemudian Video pelecehan itu beredar setelah diunggah melalui berbagai media Sosial, pada Tanggal 14 November. hingga akhirnya mengundang polemik. Seluruh masyarakat Sunda mengecam pernyataan yang dianggap tidak mendasar itu.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP