Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Plafon masjid rubuh saat puluhan jemaah sedang salat tarawih

Plafon masjid rubuh saat puluhan jemaah sedang salat tarawih ilustrasi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat puluhan jemaah sedang menjalani salat tarawih, tiba-tiba plafon masjid As-Syuhada Pamekasan, Madura, runtuh. Kejadian itu membuat warga panik dan berhamburan keluar dari dalam masjid.

Dilansir dari Antara, Selasa (9/7), peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB. Memasuki rakaat terakhir, tiba-tiba salah satu plafon jatuh dan menimbulkan suara keras. Warga pun berlarian keluar karena mengira terjadi bencana alam.

"Plafon masjid Jamik itu runtuh saat jemaah menjalankan rakaat terakhir shalat tarawih," kata salah satu jemaah shalat tarawih di masjid itu, Hendra Aminullah.

Warga Jalan Brawijaya yang juga reporter salah satu radio swasta di Pamekasan itu menuturkan, plafon masjid jamik itu runtuh di bagian utara pada bagian depan atap lantai atas masjid. Reruntuhan plafon mengenai kanopi tempat wudu pria sehingga terdengar suara sangat keras layaknya sebuah ledakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu meski sempat menimbulkan kepanikan di antara jemaah. Kejadian itu juga membuat anak-anak yang ikut salat tarawih berteriak histeris.

Masjid Jamik As-Syuhada Pamekasan ini merupakan masjid terbesar di daerah setempat dan merupakan masjid yang menjadi acuan semua umat Islam di wilayah itu dalam menentukan waktu berbuka dan imsak saat Ramadhan.

Masjid itu diperkirakan mampu menampung sekitar 5.000 orang dan biasanya menjadi tempat shalat jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemkab Pamekasan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Masjid Agung As-Syuhada itu dibangun pada tahun 1530 Masehi oleh raja Islam pertama dan direnovasi kembali pada tahun 1998 saat kepemimpinan Bupati Pamekasan Dwiatmo Hadiyanto. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP