Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PKBI sebut IRT jadi penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia

PKBI sebut IRT jadi penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia Ilustrasi HIV AIDS. Shutterstock/wavebreakmedia

Merdeka.com - Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi penyakit yang ditakuti oleh seluruh masyarakat di dunia. Sebab, penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah.

HIV/AIDS kerap dihubungkan oleh aktivitas seksual yang melibatkan banyak orang, seperti pekerja seks komersial dan pelaku seks bebas lainnya. Namun nyatanya, setiap kelompok di seluruh lapisan masyarakat bisa memiliki resiko mengidap penyakit ini.

Dalam data dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), resiko tertinggi mengidap HIV/AIDS adalah ibu rumah tangga (IRT). Hingga tahun 2014, tercatat kasus IRT pengidap HIV mencapai 6500 kasus.

"Saat ini paling tinggi resiko HIV/AIDS adalah ibu rumah tangga. Dari data yang dimiliki oleh Kemenkes, kasus IRT ini mencapai 6500 kasus. Sedangkan PSK yang dianggap sebagai pemicu utama HIV justru angkanya hanya 2000 kasus," kata Kepala Bidang Program PKBI dalam Workshop Sosialisasi Program PKBI di Wisma PKBI, Fahmi Arizal, di Jakarta, Sabtu (17/10).

Fahmi menganggap pemerintah terlalu fokus pada kelompok tertentu yang dianggap sebagai resiko penyebaran HIV. Padahal, IRT bisa menjadi penderita AIDS akibat terpapar oleh suaminya yang juga penderita AIDS.

"Pemerintah terlalu fokus pada kelompok marginal dan menganggap HIV kasus sosial yang muncul dari PSK, gay, dan waria. Padahal kita harus melihat sistem kesehatan di Indonesia. IRT terkena penyakit ini bukan karena perilaku, tapi karena relasi dengan suaminya. Entah suaminya sering 'jajan' atau menggunakan jarum suntik secara bergantian," imbuh Fahmi.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh PKBI, pria menjadi penularan tertinggi dari HIV/AIDS. Fahmi menjelaskan, tercatat sebanyak 700 ribu pria menjadi pelanggan PSK.

Oleh karena itu, PKBI mengeluarkan program Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) untuk menanggulangi penyebaran HIV. Program ini berfungsi untuk sosialisasi informasi kesehatan khususnya IMS dan HIV, mobilisasi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, dan pendampingan kepada kelompok terdampak HIV.

"Program ini kami lakukan di daerah-daerah dan fungsi dari program ini sukses kami lakukan," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP