Pimpinan Sebut Penyebaran Covid-19 di DPR Karena Rapat Tertutup dan Tak Pakai Masker
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengakui DPR menjadi klaster penyebaran Covid-19. Beberapa sebabnya anggota dewan tidak disiplin protokol kesehatan dengan membuka masker saat pertemuan rapat tertutup.
"Ya bener yang paling banyak kluster rapat pertemuan tertutup dan membuka masker," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/2).
Namun, ia mengaku lupa alat kelengkapan dewan (AKD) komisi mana yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan tersebut. Ia dengar, salah satunya adalah Komisi X yang membidangi pendidikan.
"Saya lupa (rapat apa), yang paling dengar dari ketua komisi X, rapat di komisi X," ujar politikus yang akrab disapa Cak Imin ini.
Menurut informasi yang ia terima, ada tujuh anggota Komisi X DPR RI yang dinyatakan positif Covid-19.
"Kalau enggak salah tujuh orang (Anggota Komisi X terpapar Covid-19)," ucapnya.
Ketua Umum PKB ini mengatakan, karena kasus Covid-19 semakin meninggi maka dilakukan evaluasi. Sehingga diwajibkan maksimal dalam rapat hanya 30 persen dari anggota komisi dan wajib melakukan swab antigen.
"Jadi evaluasi rapat maksimal 30 persen dari anggota komisi dan swab antigen," pungkasnya.
Diberitakan, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengungkap, jumlah kasus positif Covid-19 di lingkungan parlemen bertambah. Sejak kemarin, terdapat penambahan 45 orang sehingga totalnya menjadi 142 orang.
"Hari ini yang positif saya sebut positif itu kemarin 97, kemarin sore tambah 45 orang jadi 142 orang," ujar Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/2).
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya