Pimpinan DPR minta Mabes Polri ambil alih kasus pembunuhan Salim
Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah meminta pengusutan kasus penganiayaan dan pembunuhan aktivis Lumajang, Salim Kancil, Jawa Timur, diserahkan kepada Mabes Polri apabila Polres Lumajang terbukti lalai membiarkan adanya tindakan kekerasan tersebut.
"Kalau Kapolres Lumajang lalai, segera Mabes Polri ambil alih. Memang saya lihat, ada permainan di bawah, maka harus segera diinvestigasi secara serius," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/9).
Fahri menyebut adanya korban yang meregangnya nyawa sebagai peristiwa besar dan pemerintah serta penegak hukum mesti bertindak tegas dengan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya.
"Satu nyawa korban, maka pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Karena hilangnya nyawa adalah peristiwa besar dan tidak boleh dibiarkan," ujarnya.
Politisi PKS ini meminta pihak kepolisian melakukan investigasi secara menyeluruh karena telah dibunuhnya seorang aktivis lingkungan di Lumajang.
"Pokoknya investigasi secara menyeluruh dengan mengumpulkan data sebanyak mungkin atas kematian itu," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya