Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpin tim ahli KemenPAN, Indra Piliang mau wujudkan revolusi mental

Pimpin tim ahli KemenPAN, Indra Piliang mau wujudkan revolusi mental indra J Piliang. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Politikus Golkar Indra Jaya Piliang ditunjuk menjadi ketua Tim Ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Salah satu tugas tim ini adalah mewujudkan revolusi mental di kalangan aparatur sipil negara seperti yang menjadi tugas kementerian.

"Tugas kita memberikan kajian-kajian, seperti second opinion lah. Menteri kan selama ini ada deputi-deputinya. Kalau kita bebas memberikan masukan bahkan yang keras sekalipun, seperti soal moratorium PNS, tapi kita pakai data-data riil dari lapangan," kata Indra saat dihubungi merdeka.com, Rabu (21/1).

Indra mengaku, jumlah 24 orang dalam tim ahli ini justru kurang. Bahkan kalau bisa 100 orang, mengingat tugas-tugas di KemenPAN dan RB yang cukup besar. Tim yang ada saat ini dibagi menjadi empat pokja sesuai tugas empat deputi yang ada di kementerian. Namun tugas tim fleksibel jika dibutuhkan bisa saling membantu.

Di pemerintahan sebelumnya, Indra menilai, KemenPAN ibaratnya menjadi kapal selam yang tugasnya tidak terlihat. Namun di era Presiden Jokowi, ditambah dengan telah disahkan UU Aparatur Sipil Negara yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab KemenPAN dan RB, tugas kementerian menjadi lebih besar.

"Dengan adanya UU Aparatur Sipil Negara, KemenPAN menjadi satu armada tempur yang tampil di atas permukaan laut, aktif, tidak hanya menunggu saja. Tugas kementerian menjadi pengawas aparatur negara dan lembaga-lembaga pelayanan publik yang berhubungan dengan masyarakat, termasuk kinerja pemerintah daerah," paparnya.

Secara formal, lanjut dia, tim ahli ini hadir dalam seminar dan workshop yang diselenggarakan kementerian di berbagai daerah dan memberikan masukan kepada menteri terkait pembenahan birokrasi.

"Salah satunya mewujudkan revolusi mental seperti yang tercantum dalam Nawacita yang dikampanyekan Jokowi-JK. Kita memberikan panduan-panduan dan pemikiran, jangan sampai jangan sampai revolusi mental itu cuma jadi jargon. Kita jaga visi misi Jokowi-JK yang mereka sampaikan dalam kampanye," ujarnya.

Terkait penunjukan dirinya sebagai ketua, Indra menegaskan sejak awal dirinya tidak meminta jabatan kepada Yuddy yang sudah lama dia kenal. "Saya diminta membantu dia. Saya bantu dia karena saya kenal, saya tidak mau jabatan. Penunjukan langsung jadi ketua, tim dia yang pilih. Usianya dari 20-70 tahun, karakternya keras-keras, saya yang jadi penengah," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP