Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilgub Sumut, hattrick PKS atau kemenangan perdana PDIP?

Pilgub Sumut, hattrick PKS atau kemenangan perdana PDIP? Pengundian nomor urut Pilgub Sumut. ©2018 Merdeka.com/Yan M

Merdeka.com - Hari ini, Rabu (27/6), warga Sumatera Utara (Sumut) memilih gubernur dan wakilnya. Sejarah sekaligus rekor dipastikan akan tercipta.

Dua kubu yang mengusung masing-masing pasangan calon, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, berpeluang menorehkan kisah baru. Kemenangan kandidatnya akan membawa PKS mencetak hattrick atau sebaliknya justru PDIP yang membukukan kemenangan perdananya pada Pilgub Sumut.

Boleh jadi PKS dan PDIP berkoalisi di beberapa pilkada di Indonesia, tapi khusus di Pilgub Sumut, mereka sudah tiga kali berseberangan. Menggandeng partai yang tak selalu sama, PKS dan PDIP tetap mendukung calon yang berbeda pada ajang 5 tahunan ini.

Pada 2008, PKS bersama PBB, PPP dan 9 partai kecil mendukung duet Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho, sedangkan PDIP tunggal mengusung Tritamtomo-Benny Pasaribu.

Hasilnya, Syamsul-Gatot meraih 1.396.892 suara atau 28,31 persen dari total 4.933.687 pemilih. Sementara Tritamtomo-Benny Pasaribu berada di posisi kedua dengan perolehan 1.070.303 suara atau 21,69 persen. Sisa suara dibagi tiga pasangan lainnya.

Pertarungan antara kubu PKS dan PDIP berlanjut pada Pilgub Sumut 2013. PKS bersama Hanura, PBR, Partai Patriot, dan PKNU mengusung pasangan Gatot Pujo Nugroho-T Erry Nuradi, sedangkan PDIP berkoalisi dengan PDS dan PPRN mendukung Effendi MS Simbolon-Djumiran Abdi.

Duet yang diusung PKS pada Pilgub 2013 kembali menjungkalkan calon dari PDIP. Gatot-T Erry menang dengan perolehan suara terbanyak yakni 1.604.337 atau 33 persen dari 5.001.430 suara. Sementara Effendi-Djumiran berada di posisi dua dengan raihan 1.183.187 suara atau 24,34 persen. Sisa suara terbagi pada 3 pasangan lain.

Skor head to head 2-0 untuk keunggulan PKS. Pilgub Sumut 2018 hari ini dipastikan akan mengubah kedudukan. Hanya salah satu pihak yang akan mencetak skor. Boleh jadi PKS akan membukukan tiga kali kemenangan beruntun atau sebaliknya justru PDIP yang akan memecah kebuntuan.

Kali ini ketiga pemilihan gubernur-wakil gubernur Sumut secara langsung, PKS dan PDIP memang kembali mengusung pasangan calon berbeda. PKS bersama Gerindra, PAN, NasDem, Golkar, Hanura, dan Demokrat mendukung pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Sementara PDIP bersama PPP menjagokan pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Kedua pasangan akan bertarung satu lawan satu di 27.478 tempat pemungutan suara (TPS), tanpa ada calon lain seperti pilgub sebelumnya. Mereka akan memperebutkan suara sekurangnya 9.050.483 jiwa sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 33 kabupaten/kota, 444 kecamatan, 6.110 desa/kelurahan di Sumatera Utara.

Cara-cara dan beragam formula untuk meraih kemenangan sudah dipakai kedua pasangan calon. Formasi menyerang hingga bertahan pun digunakan. Baik atau buruk upaya yang mereka buat tentu relatif, bergantung sudut pandang dan keberpihakan yang menilai.

Pertanyaannya, siapa yang akan menang? Apakah PKS mampu memperpanjang rekor sekaligus mencetak hattrick atau justru PDIP yang berhasil membukukan kemenangan perdananya? Kita tunggu saja sampai pluit akhir ditiup KPU.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP