Pihak RSUD Labuang Baji Merasa Terancam Usai Massa Ambil Paksa Jenazah PDP Covid-19
Merdeka.com - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji merasa terancam pasca-didatangi massa dan mengambil paksa jenazah PDP covid-19 yang terjadi Jumat (5/6) pagi.
Sesaat setelah pasien meninggal dunia pukul 09.50 wita, belum datang petugas gugus covid, massa datang tiba-tiba menerobos ruang isolasi dan membawa jenazah dengan tandu milik rumah sakit.
"Sekarang ini kami berpikir bagaimana dengan keselamatan kami. Massa datang dalam keadaan marah, anarkis bahkan mengancam. Kami juga berpikir keselamatan dokter dan perawat. Ke depannya kami perlu hati-hati dan hal ini telah dilaporkan ke tim gugus minta perlindungan," kata Direktur RSUD Labuang Baji, dr Andi Mappatoba yang dikonfirmasi, Sabtu, (6/6).
Soal follow up laporan dan minta perlindungan itu, kata dr Andi Mappatoba, belum tahu pasti tapi informasinya telah dirapatkan oleh tim gugus dan sepertinya akan disiagakan aparat keamanan di rumah sakit.
Dijelaskan kembali soal kejadian ambil paksa jenazah itu. Kata dia, pasiennya laki-laki warga Makassar. Masuk ke RSUD Labuang Baji, Kamis petang jelang maghrib, (4/6) dengan keluhan sesak nafas dan nyeri dada.
Langsung masuk ke ruang Unit Gawat Darurat. Dilakukan pemeriksaan laboratorium, radiologi. Ditemukan gejala radang paru-paru dan ditetapkan PDP. Selanjutnya dipindahkan ke ruang isolasi.
"Puluhan orang tiba-tiba masuk ke ruang isolasi dalam keadaan marah. Saat itu ada perawat yang tengah bertugas. Mereka lalu mengambil jenazah menggunakan tandu rumah sakit. Tapi tandunya telah dikembalikan semalam. Ada juga yang sempat membawa coolbox tempat penyimpanan sampel pasien tapi ada petugas yang lihat dan tegur dikembalikan saat itu juga," terang dr Andi Mappatoba.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya