Pihak Ponpes bantah santrinya diculik tapi pergi sendiri
Merdeka.com - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Nuruzzahrah akhirnya angkat bicara soal pemberitaan Kholid Muhamad Dzaki (12), salah satu santri yang dikabarkan hilang oleh pihak keluarga.
Pihak Ponpes menegaskan bahwa Kholid tidak diculik melainkan pergi atas kehendak sendiri.
"Saya kira dia pergi sendiri. Sejak Kamis (24/3) dia sudah punya niat mau pergi," kata Kepala Tsanawiyah Nuruzzahrah, Anas Masruri, di Polresta Depok, Rabu (6/4).
Menurutnya, pengamanan lingkungan Ponpes sudah sesuai prosedur. Anas mengaku heran mengapa ada pihak yang menyebutkan Kholid diculik. "Tidak ada penculikan," tegasnya.
Hingga kini kasusnya masih ditelusuri. Sejumlah saksi terus diperiksa termasuk pengurus dan teman sekelas Kholid. "Kita tunggu hasil dari kepolisian," katanya.
Kholid dilaporkan hilang oleh orang tuanya pada Senin (28/3). Keluarga menyebutkan bahwa Kholid dijemput dua orang yaitu laki-laki berkumis dan perempuan berjilbab. Keduanya mengaku sebagai kerabat Kholid. Sejak saat itu Kholid tidak diketahui keberadaannya.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya