Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pidato perdana, Gubernur Herman Deru minta jangan ada dusta di antara warga Sumsel

Pidato perdana, Gubernur Herman Deru minta jangan ada dusta di antara warga Sumsel Gubernur dan Wagub Sumsel Herman Deru dan Mawardi Yahya. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Herman Deru dan Mawardi Yahya kembali ke Bumi Sriwijaya usai dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan di Jakarta, kemarin. Kedatangannya disambut arak-arakan dan gelaran pidato perdana di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Selasa (2/10).

Dalam pidato perdananya, Gubernur Deru mengungkapkan, Monpera sebagai bukti perjuangan rakyat yang mengorbankan jiwa dan harta merebut kemerdekaan. Simbol Monpera menjadi pertanda Sumsel ke depan semakin maju dan berkembang.

"Monpera sebagai tanda dimulainya perjuangan kita ke depan, keterbukaan publik, tidak ada yang ditutupi tanpa harus ada keberpura-puraan, tidak ada dusta di antara warga Sumsel," ungkap Deru.

Gubernur akan berkoordinasi dengan seluruh bupati, walikota, dan anggota DPRD untuk mensinergikan program yang akan dilakukan selama lima tahun ke depan.

"Fokus kita adalah infrastruktur dan mewujudkan lumbung pangan demi kesejahteraan masyarakat Sumsel," janjinya.

Deru mengaku tidak akan muluk-muluk dalam menjalankan program dan kebijakan. Dia juga tidak ingin selalu mengklaim kinerja berprestasi dan terbaik dari yang lain.

"Jangan pernah kita menyatakan yang terbaik akan tetapi tak sesuai dengan hasilnya. Begitu juga mayarakat, jangan hanya mengeluhkan sesuatu, tapi mempunyai kemampuan," katanya.

Kirim bantuan ke Palu

Aksi pertama yang dilakukan Herman Deru setelah sehari menjabat Gubernur Sumsel adalah memberikan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bantuan berupa beras hasil produksi Bumi Sriwijaya.

"Kita harus bantu, secepatnya akan kita koordinasikan dan kita kirim ke Palu dan Donggala," ungkap Deru.

Menurutnya, bantuan yang cocok diberikan adalah beras. Kebutuhan beras sangat diperlukan bagi para korban dan menunjukkan Sumsel adalah lumbung pangan nasional.

"Karena kita lumbung pangan, nanti akan kirim bantuan berupa beras. Nanti Dinas Sosial yang mengirimnya," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Sumsel Rosyidin Hasan mengatakan, pihaknya akan membuat surat edaran kepada seluruh kepala daerah di Sumsel untuk mengumpulkan sumbangan. Sejauh ini, sudah ada Rp 502 juta dari target Rp 600 juta berasal dari organisasi perangkat daerah di Pemprov Sumsel.

"Apapun yang diarahkan bapak gubernur langsung kita tindaklanjuti, secepatnya bantuan itu disampaikan," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP